KLIK SAJA - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka datang ke Johannesburg bukan sekadar menjalankan protokol diplomatik biasa.
Ia membawa cerita Indonesia ke forum terbesar dunia, KTT G20.
Di hadapan para pemimpin global, Gibran bicara mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program paling disorot di tanah air.
Dalam pidatonya, ia mengapresiasi kepemimpinan Afrika Selatan yang sukses mendorong ketahanan energi, air, dan pangan.
Baca Juga: Dari Surabaya ke Jakarta, Suhu Politik PBNU Menghangat: Fakta Lengkap Bantahan Gus Yahya!
Gibran kemudian menghubungkan situasi global dengan pengalaman Indonesia sendiri.
Ia menilai ketahanan pangan bukan cuma agenda ekonomi, tetapi kebutuhan mendasar rakyat.
Dari panggung itu, ia memperkenalkan MBG sebagai investasi strategis, bukan sekadar program sosial sesaat.
Ketahanan Pangan Bukan Slogan
Pidato Gibran terasa personal namun terukur, terutama ketika ia bicara mengenai pentingnya makanan bergizi.
“Oleh karena itu, Presiden Indonesia berfokus pada ketahanan pangan dan makanan bergizi gratis bagi 80 juta pelajar dan ibu hamil sebagai investasi strategis.” Ujarnya.
Gibran menyebut ketahanan pangan bukan lagi slogan, tapi realitas yang harus dihadapi setiap hari, apalagi Indonesia hidup di jantung Cincin Api Pasifik.
Lebih dari 3.000 bencana alam per tahun menjadi pengingat keras bahwa ketahanan adalah kebutuhan, bukan opsi.
Artikel Terkait
Info Warga Purwokerto! Operasi Zebra Candi 2025 Pada 17-30 November, Cek Lokasi Razia dan Prioritas Penindakan Pelanggaran
Kisah Kapten Eko Menyelamatkan 5 Nyawa Saat GA-28 ‘Loss Power’ di Ketinggian 5.500 Kaki
KUR Diselewengkan Aset Kas Dibengkokkan, Kejati Sumsel Tetapkan 7 Tersangka dengan Ancaman Seumur Hidup
Operasi Beruntun Polda Metro Jaya Buka Tabir Pakaian Bekas Impor yang Masuk Lewat Jalur Gelap
Bersahabat! Zohran Mamdani Bertemu Donald Trump Untuk Pertama Kali di Gedung Putih