Ia menekankan bahwa dari pengalaman inilah Indonesia mulai mendorong konsep ketahanan yang berkelanjutan.
Baginya, pembangunan SDM, ekonomi, dan lingkungan hanya bisa maju jika berjalan harmonis.
Pernyataan ini membuat posisi Indonesia di forum global terdengar jauh lebih progresif.
Produk Lokal Jadi Motor MBG, Petani dan Peternak Ikut Bergerak
Di bagian lain pidatonya, Gibran menekankan dampak luas MBG, tidak hanya pada pelajar atau ibu hamil.
Ia mengatakan, “Hal ini mendorong penggunaan produk lokal, memberdayakan petani dan peternak, sekaligus memperluas kegiatan ekonomi di berbagai bidang.”
Program ini tidak hanya memindahkan anggaran dari pusat ke daerah, tapi menghidupkan rantai pasok dari bawah.
Pendekatan produk lokal membuat siklus ekonomi berjalan lebih dekat dengan masyarakat.
Para petani dan peternak akhirnya menjadi bagian langsung dari kebijakan nasional, bukan sekadar penonton.
Gibran menyebut konsep ketahanan berkelanjutan sebagai kerangka kerja besar yang menyatukan SDM, ekonomi, dan lingkungan.
Dengan pendekatan demikian, MBG menjadi lebih dari sekadar makan siang gratis.
BGN Ungkap Angka-Angka MBG dari Pemenuhan Hak Anak hingga Ekonomi Akar Rumput
Sebelum Gibran bicara di G20, Kepala BGN Dadan Hindayana sudah memberi gambaran lebih teknis soal MBG.
Artikel Terkait
Info Warga Purwokerto! Operasi Zebra Candi 2025 Pada 17-30 November, Cek Lokasi Razia dan Prioritas Penindakan Pelanggaran
Kisah Kapten Eko Menyelamatkan 5 Nyawa Saat GA-28 ‘Loss Power’ di Ketinggian 5.500 Kaki
KUR Diselewengkan Aset Kas Dibengkokkan, Kejati Sumsel Tetapkan 7 Tersangka dengan Ancaman Seumur Hidup
Operasi Beruntun Polda Metro Jaya Buka Tabir Pakaian Bekas Impor yang Masuk Lewat Jalur Gelap
Bersahabat! Zohran Mamdani Bertemu Donald Trump Untuk Pertama Kali di Gedung Putih