Di Podium G20, Gibran Bicara Lantang Soal Makan Bergizi Gratis dan Ketahanan Pangan Indonesia

photo author
- Minggu, 23 November 2025 | 14:58 WIB
Di Podium G20, Gibran Bicara Lantang Soal Makan Bergizi Gratis dan Ketahanan Pangan Indonesia (Wapres Gibran Rakabuming bicara soal MBG saat pidato sesi kedua KTT G20. (YouTube/Wakil Presiden RI))
Di Podium G20, Gibran Bicara Lantang Soal Makan Bergizi Gratis dan Ketahanan Pangan Indonesia (Wapres Gibran Rakabuming bicara soal MBG saat pidato sesi kedua KTT G20. (YouTube/Wakil Presiden RI))

Ia menjelaskan bahwa mayoritas penerima manfaat adalah anak sekolah, dan mengatakan, “Artinya, 53 persen hak anak Indonesia sudah bisa kita penuhi dan kita sedang kejar hak anak atas makan bergizi bisa kita penuhi di akhir tahun 2025.”

Dadan menyebut MBG sebagai investasi besar Indonesia menuju generasi emas 2045.

Ia juga menegaskan bahwa program ini berdampak langsung pada ekonomi lokal.

Selain memberi makan anak, MBG membuka peluang kerja bagi banyak pihak.

Baca Juga: Info Warga Bekasi! Operasi Zebra Lodaya 2025 Pada 17-30 November, Cek Lokasi Razia dan Prioritas Penindakan

Angka-angka yang ia utarakan menyoroti besarnya aliran dana yang langsung menyentuh masyarakat.

Dana yang Menggerakkan Banyak Orang, MBG dan Efek Ekonomi yang Jarang Terlihat

Dadan menjelaskan detail yang jarang muncul di permukaan. Ia mengatakan, “Uang yang diamanahkan ke BGN, digelontorkan langsung ke garis depan, jadi satu SPPG di Jawa akan mengolah uang Rp900 juta per bulan, kalau di Papua barangkali bisa Rp4 miliar per bulan.”

Dari anggaran itu, 85 persennya digunakan untuk membeli bahan baku, dan “99 persen bahan baku itu dari pertanian. Jadi, program MBG identik dengan kemandirian dan ketahanan pangan lokal,” lanjutnya.

Baca Juga: Bersahabat! Zohran Mamdani Bertemu Donald Trump Untuk Pertama Kali di Gedung Putih

Selain itu, 10,5 persen anggaran digunakan untuk membayar tenaga kerja program, mulai dari ibu-ibu, bapak-bapak, hingga pekerja lapangan lainnya.

Ia menambahkan, “Untuk ibu-ibu, bapak-bapak, mamang-mamang yang terlibat akhirnya mendapatkan pendapatan dan berkontribusi langsung di SPPG,” jelasnya.

Gambaran ini membuat MBG terlihat sebagai program ekonomi kerakyatan yang bekerja secara riil di lapangan.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X