KLIK SAJA - Menjelang Natal dan Tahun Baru, stok LPG 3 kilogram kembali jadi “primadona” yang bikin pejabat harus duduk satu meja.
Di balik pintu rapat yang tertutup, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan Kepala BP BUMN Donny Oskaria bertemu di kantor Kementerian ESDM pada Selasa, 25 November 2025.
Topiknya sederhana, menjamin rakyat bisa masak tanpa drama tabung kosong saat Nataru.
Tapi seperti biasa, urusan LPG 3 kg bukan sekadar angka. Ada dinamika, ada gestur, ada cerita yang membuat isu ini tetap panas bahkan sebelum kompor dinyalakan. Berikut rangkuman selengkapnya.
Baca Juga: Akhiri Era Roaming Mahal, Bundling iPhone 17 x IM3 Platinum Bawa Kuota Lintas Negara ke Level Baru
1. Pastikan Gas Aman untuk Nataru
Menteri ESDM Bahlil menyebut pertemuan ini fokus pada stabilitas pasokan.
“Kita hari ini rapat LPG, subsidi LPG, dan penambahan sedikit kuota LPG supaya menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru aman negara,” ujarnya lewat akun TikTok Purbaya.
Purbaya sendiri merespons enteng, seolah Bahlil sudah tahu apa yang harus dilakukan.
“Pak Bahlil cepat ambil keputusan, saya ikut aja,” katanya.
Pesan utamanya sederhana jangan sampai stok LPG jadi isu musiman seperti macet arus mudik.
Baca Juga: Presiden Prabowo Rehabilitasi 3 Terpidana ASDP dari Aspirasi DPR hingga Rapat Tertutup di Istana
2. Kuota LPG 3 Kg untuk 2026
Jubir Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menyampaikan bahwa rapat ini banyak membahas kuota LPG 3 kg, khususnya proyeksi sampai akhir 2025 dan kebutuhan untuk 2026.
Artikel Terkait
Bukan Sekadar Video Call! Apa Saja yang Dibahas Prabowo dan Starmer soal Maritim, Pendidikan, dan Dunia?
Koalisi Sipil Meradang! KUHAP Baru Disebut Membatasi Hak, Membuka Ruang Abuse, hingga ‘Jeruk Makan Jeruk’
Dari Surabaya ke Jakarta, Suhu Politik PBNU Menghangat: Fakta Lengkap Bantahan Gus Yahya!
Di Podium G20, Gibran Bicara Lantang Soal Makan Bergizi Gratis dan Ketahanan Pangan Indonesia
Di Tengah Erupsi Semeru, Warga Bertahan, Anak-anak Bersiap Sekolah dan Jarak Aman Semakin Ketat