Balasan Purbaya pun tak kalah kalem namun menggelitik, “Saya sedang pelajari. Mungkin Pak Bahlil betul, tapi kita lihat lagi seperti apa. saya dapat angka dari hitungan staf saya.”
Sampai akhirnya Purbaya menutup dengan komentar diplomatis, “Cara ngeliat datanya beda, tapi saya yakin pada akhirnya besarannya sama juga.”
Drama selesai? Sepertinya tidak. Tapi minimal, kedua menteri sepakat angkanya akan ketemu juga di ujung.
5. Rakyat Butuh Kepastian, Bukan Perang Data
Baca Juga: Beban Kerja KBRI Beijing Meningkat, dr Irene Resmi Diandalkan untuk Perkuat Hubungan Indonesia–China
Di tengah dinamika pejabat, masyarakat hanya ingin satu hal, tabung gas tetap terisi, harga stabil, dan tidak ada antrean panjang menjelang liburan.
Baca Juga: DPR Beberkan Kecurangan BBM, Pelangsiran Terstruktur dan Mobil Mewah Ikut Nikmati Subsidi!
Rapat tertutup itu mungkin penuh angka, tabel, dan kalkulator.
Tapi imbasnya langsung terasa ke dapur rumah tangga.
Semoga saja, jelang Nataru tahun ini, kompor menyala tenang, tanpa drama yang menguap.***
Artikel Terkait
Bukan Sekadar Video Call! Apa Saja yang Dibahas Prabowo dan Starmer soal Maritim, Pendidikan, dan Dunia?
Koalisi Sipil Meradang! KUHAP Baru Disebut Membatasi Hak, Membuka Ruang Abuse, hingga ‘Jeruk Makan Jeruk’
Dari Surabaya ke Jakarta, Suhu Politik PBNU Menghangat: Fakta Lengkap Bantahan Gus Yahya!
Di Podium G20, Gibran Bicara Lantang Soal Makan Bergizi Gratis dan Ketahanan Pangan Indonesia
Di Tengah Erupsi Semeru, Warga Bertahan, Anak-anak Bersiap Sekolah dan Jarak Aman Semakin Ketat