“Bahas kesiapan LPG untuk Nataru nanti sampai akhir 2025 plus prognosa LPG 3 kg untuk sampai akhir tahun ini,” kata Dwi.
Hasil sementara:
- Kuota 2025: 8,17 juta metrik ton
Lebih kecil 0,06 juta metrik ton dari realisasi 2024.
- Masih lebih rendah dibanding prognosa 2025 sebesar 8,5 juta metrik ton.
Baca Juga: Tok Resmi! Presiden Prabowo Beri Rehabilitasi Pada Eks Dirut ASDP Ira Puspadewi
Keputusan final tinggal menunggu rapat bersama Presiden Prabowo. Jadi, angka resmi masih digantung tapi tidak lama lagi.
3. Kuota Naik, Subsidi Tetap
Meski ada penambahan kuota, Dwi memastikan anggaran subsidi tidak berubah.
Alasannya, harga indikator masih sesuai asumsi APBN, sehingga pemerintah tak perlu menambah porsi subsidi.
Artinya, walaupun konsumsi dan permintaan naik jelang liburan, dana subsidi tetap pada jalurnya, tidak ada suntikan tambahan.
4. Ketika Purbaya dan Bahlil Saling Mengoreksi Data
Isu LPG 3 kg sempat memanas beberapa waktu lalu setelah dua menteri ini saling lempar komentar soal data harga LPG.
Purbaya sebelumnya menyebut harga asli LPG 3 kg adalah Rp42.750, dengan subsidi Rp30.000, sehingga masyarakat cukup membayar Rp12.750 per tabung.
Bahlil langsung menanggapi:
“Itu mungkin Menkeunya salah baca data itu, mungkin butuh penyesuaian.”
Artikel Terkait
Bukan Sekadar Video Call! Apa Saja yang Dibahas Prabowo dan Starmer soal Maritim, Pendidikan, dan Dunia?
Koalisi Sipil Meradang! KUHAP Baru Disebut Membatasi Hak, Membuka Ruang Abuse, hingga ‘Jeruk Makan Jeruk’
Dari Surabaya ke Jakarta, Suhu Politik PBNU Menghangat: Fakta Lengkap Bantahan Gus Yahya!
Di Podium G20, Gibran Bicara Lantang Soal Makan Bergizi Gratis dan Ketahanan Pangan Indonesia
Di Tengah Erupsi Semeru, Warga Bertahan, Anak-anak Bersiap Sekolah dan Jarak Aman Semakin Ketat