KLIK SAJA - Di balik antrean panjang di SPBU dan kelangkaan solar bersubsidi di beberapa daerah, ternyata ada cerita yang jauh lebih kusut dan bikin kening berlipat.
Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi NasDem, Syarif Fasha, membeberkan berbagai praktik curang yang selama ini terjadi di lapangan dari mobil tangki yang “kencing”, pelangsiran terstruktur, sampai mobil mewah yang bebas beli solar subsidi.
Namun pada praktiknya sudah berlangsung lama dan melibatkan celah sistem digitalisasi.
Praktik ‘Kencing Solar’ Masih Subur, 200–500 Liter Hilang per Tangki
Di hadapan BPH Migas, Syarif Fasha membeberkan bahwa penyimpangan BBM bersubsidi masih terjadi luas.
Baca Juga: Terperangkap Amarah, Polisi Ungkap Motif Penculikan dan Pembunuhan Alvaro dari Ponsel Pelaku
Salah satu modus paling klasik namun tetap efektif adalah “kencing solar" pengurangan isi solar dari mobil tangki sebelum mencapai tujuan.
Ia menyebutkan bahwa praktik ini dilakukan per 1 AMT (mobil tangki) dan jumlahnya tidak main-main: 200—500 liter solar bisa “hilang” dalam sekali jalan.
Kecurangan di level distribusi utama ini membuat stok di SPBU otomatis berkurang.
Alhasil, masyarakat yang mestinya berhak justru tidak kebagian, sementara pelaku mendapatkan keuntungan instan.
Lebih mengkhawatirkan lagi, pola ini berlangsung karena celah pengawasan yang belum bisa ditutup sepenuhnya.
Baca Juga: Purbaya Siapkan Sanksi Berat, Ekonom Anthony Beri Dukungan: 'Ini Saatnya Industri Bangkit'!
Mobil Mewah Masih Bisa Beli Solar Subsidi Fortuner & Pajero Sekelas Pun Ikut Antri
Temuan yang tak kalah mencengangkan adalah fakta bahwa mobil mewah keluaran 2025 masih bisa mengakses solar subsidi.
Artikel Terkait
Di Tengah Erupsi Semeru, Warga Bertahan, Anak-anak Bersiap Sekolah dan Jarak Aman Semakin Ketat
BRI Gaspol Diversifikasi Dari Payroll, KPR Tier-1, hingga Layanan Bank Emas Lewat Super App Tring
103 Perda Bermasalah dan Ketakutan Publik di Era KUHP Baru, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Dikiranya Besi, Ternyata Bom! Ini Dia 5 Fakta Mencekam di Balik Ledakan Mortir Bekasi
Lencana Polri di Mobil Kurir Ekstasi, Misteri Baru di Balik Jaringan Narkoba Lintas Provinsi