BNPB Catat 7 Bencana Baru Akibat Cuaca Ekstrem, Peristiwa di Temanggung Sebabkan Belasan Rumah Warga Rusak

photo author
- Selasa, 30 September 2025 | 14:00 WIB
BNPB Catat 7 Bencana Baru Akibat Cuaca Ekstrem, Peristiwa di Temanggung Sebabkan Belasan Rumah Warga Rusak (Tim BPBD Kabupaten Malang bersama PMI dan warga menangani pohon yang roboh menimpa rumah dan menghalangi jalan usai dihantam hujan deras disertai angin kencang di Desa Urek-Urek, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (29/9). BPBD Kabupaten Malang)
BNPB Catat 7 Bencana Baru Akibat Cuaca Ekstrem, Peristiwa di Temanggung Sebabkan Belasan Rumah Warga Rusak (Tim BPBD Kabupaten Malang bersama PMI dan warga menangani pohon yang roboh menimpa rumah dan menghalangi jalan usai dihantam hujan deras disertai angin kencang di Desa Urek-Urek, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (29/9). BPBD Kabupaten Malang)

Aktivitas atmosfer tersebut juga berpotensi menghasilkan hujan dengan intensitas bervariasi, mulai dari ringan hingga sangat lebat.

Disisi lain, Siklon Tropis “BUALOI” diprediksi berada di sekitar Laut Cina Selatan, dengan pergerakan ke arah Barat – Barat Laut. Siklon tropis tersebut membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) dan pertemuan angin (konfluensi) di Laut Cina Selatan, Perairan selatan Filipina, dan Samudra Pasifik Utara Maluku Utara hingga Papua.

Siklon ini memberikan dampak tidak langsung berupa hujan sedang – lebat di sejumlah wilayah di Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Papua Barat Daya.

Faktor lain yang turut mempengaruhi kondisi cuaca di Indonesia adalah adanya daerah perlambatan dan pertemuan angin yang terpantau memanjang dari Pesisir Barat Bengkulu hingga barat Sumatra Barat, dari Laut Natuna Utara hingga Laut Cina Selatan, dari pesisir utara Jawa timur hingga Jawa Tengah, dari pesisir Timur Kalimantan Selatan hingga Kalimantan utara, dari NTT hingga NTB di Laut Banda, dari Laut Maluku hingga Gorontalo dan dari Papua hingga Papua Barat Daya, Laut Andaman, Laut Halmahera, dan Samudra Pasifik Utara Papua.

Baca Juga: Seorang Pria Serang Gereja Mormon di Michigan, Tewaskan 4 Orang dan Bakar Bangunan, Ada Hubungan dengan Pembunuhan Charlie Kirk?

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar daerah perlambatan dan pertemuan angin tersebut.

Kondisi atmosfer pada skala lokal juga mendukung peningkatan potensi hujan.

Labilitas atmosfer yang relatif kuat serta kelembaban udara yang basah menjadi pemicu terbentuknya awan konvektif di beberapa wilayah Indonesia.

Mencermati adanya beberapa fenomena di atas, BNPB mengimbau masyarakat untuk melakukan langkah mitigasi sederhana, seperti memangkas dahan pohon rawan tumbang, memperkuat atap dan struktur rumah, membersihkan saluran air agar tidak tersumbat, serta memantau prakiraan cuaca dari lembaga terkait.

Pemerintah daerah bersama BPBD diharapkan dapat memastikan kesiapan sarana prasarana, mulai dari jalur evakuasi hingga lokasi pengungsian, sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X