internasional

Diplomasi Kuala Lumpur, Tensi Perang Dagang AS-China Mulai Reda di Tengah Ancaman Tarif dan Kontrol Ekspor

Minggu, 26 Oktober 2025 | 11:29 WIB
Diplomasi Kuala Lumpur, Tensi Perang Dagang AS-China Mulai Reda di Tengah Ancaman Tarif dan Kontrol Ekspor (Menyoroti fakta terkini terkait perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China. (Instagram.com / @realdonaldtrump - @xi_jinping_))

Banyak perusahaan teknologi di China kehilangan akses terhadap perangkat keras dan perangkat lunak asal AS.

Daftar Hitam Ekspor Jadi Pemicu Ketegangan

Diketahui, juru bicara kementerian keuangan China, Li Chenggang, pihaknya telah memperketat ekspor logam tanah jarang yang menjadi bahan penting bagi industri global seperti mobil listrik dan semikonduktor.

“Kebijakan ini tidak hanya berdampak pada China dan AS, tetapi juga mengganggu rantai pasok global,” kata Li Chenggang di sela pertemuan KTT ASEAN, Malaysia, pada hari yang sama.

Baca Juga: China Kuasai Perdagangan Mineral Tanah Jarang, Ancaman Terhadap Perang Tarif Trump

Kondisi tersebut membuat hubungan dagang kedua negara berada di titik rawan.

Meski begitu, negosiasi di Kuala Lumpur dianggap sebagai langkah awal untuk meredakan ketegangan dan mencari keseimbangan kepentingan.

Misi Politik dan Ekonomi Trump

Berdasarkan laporan Reuters, Presiden Trump dijadwalkan melakukan kunjungan ke Asia selama 5 hari dengan agenda di Malaysia, Jepang, dan Korea Selatan.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent menuturkan, pertemuan langsung Trump dengan Xi Jinping di Seoul pada 30 Oktober 2025 mendatang menjadi fokus utama perjalanan tersebut.

“Pertemuan nanti akan menjadi ajang uji kemampuan negosiasi Trump di tengah tekanan perang dagang dan geopolitik,” ujar Scott Bessent di Washington, AS, pada Rabu, 22 Oktober 2025.

Scott menjelaskan, pertemuan itu bersifat informal namun penting secara simbolik untuk menjaga komunikasi antara kedua pemimpin.

Baca Juga: Tangis Haru! Ratusan Tahanan Palestina Dibebaskan Pasca Fase Pertama Perdamaian Trump

Meski tidak diharapkan menghasilkan kesepakatan besar, pertemuan ini bisa membuka peluang kompromi.

Beberapa opsi yang dibahas antara lain perpanjangan tarif yang berlaku, pembelian produk pertanian AS oleh China, atau pelonggaran ekspor chip komputer berteknologi tinggi ke Beijing.

Halaman:

Tags

Terkini