Diplomasi Kuala Lumpur, Tensi Perang Dagang AS-China Mulai Reda di Tengah Ancaman Tarif dan Kontrol Ekspor

photo author
- Minggu, 26 Oktober 2025 | 11:29 WIB
Diplomasi Kuala Lumpur, Tensi Perang Dagang AS-China Mulai Reda di Tengah Ancaman Tarif dan Kontrol Ekspor (Menyoroti fakta terkini terkait perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China. (Instagram.com / @realdonaldtrump - @xi_jinping_))
Diplomasi Kuala Lumpur, Tensi Perang Dagang AS-China Mulai Reda di Tengah Ancaman Tarif dan Kontrol Ekspor (Menyoroti fakta terkini terkait perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China. (Instagram.com / @realdonaldtrump - @xi_jinping_))

KLIK SAJA - Ketegangan dagang antara dua ekonomi terbesar dunia, Amerika Serikat (AS) dan China, menunjukkan tanda-tanda mereda setelah pejabat ekonomi kedua negara mengadakan pertemuan di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Sabtu, 25 Oktober 2025.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump sempat mengancam akan menaikkan tarif impor produk China hingga 100 persen mulai 1 November 2025.

Ancaman ini dilontarkan sebagai respons atas kebijakan China yang memperluas pengendalian ekspor logam tanah jarang dan mineral krusial bagi sektor teknologi global.

Namun, kondisi mulai mencair setelah kedua pihak menyatakan kesediaan untuk melanjutkan dialog guna meredam konflik.

Baca Juga: Raja Sapta Oktohari Pastikan Pertemuan dengan IOC Tetap Berjalan, Bahas Isu Sensitif Penolakan Visa Atlet Israel

Pertemuan yang berlangsung di sela-sela KTT ASEAN ini dianggap sebagai langkah penting untuk mencegah eskalasi sengketa dagang yang berpotensi mengguncang stabilitas ekonomi dunia.

Kesepakatan untuk berdialog kembali menunjukkan bahwa kedua negara memahami dampak serius dari ketegangan perdagangan terhadap rantai pasok global dan ekonomi internasional.

Banyak pengamat menilai, keberhasilan negosiasi ini akan menjadi indikator penting bagi investor dan pasar dunia.

Meski ancaman tarif 100 persen sempat menciptakan kepanikan, langkah diplomatik ini menandakan adanya niat untuk mencari solusi damai.

Selain itu, situasi ini juga menjadi pengingat bagi dunia bahwa perdagangan global sangat bergantung pada stabilitas hubungan ekonomi antara AS dan China.

Berdasarkan laporan dari tim juru bicara Kementerian Keuangan AS, pertemuan itu juga dimaksudkan untuk mematangkan agenda pertemuan Trump dengan Presiden China, Xi Jinping yang dijadwalkan pekan depan.

Baca Juga: Mahkamah Internasional Perintahkan Israel Buka Jalur Bantuan Kemanusiaan dari PBB Untuk Penduduk Gaza

“Tingkat pembahasan sejauh ini sangat konstruktif, dan kami berharap dapat melanjutkannya besok pagi,” ujar pejabat kementerian keuangan AS sebagaimana dikutip dari Reuters, pada Minggu, 26 Oktober 2025.

Di sisi lain, langkah Washington memperluas daftar hitam ekspor yang mencakup ribuan perusahaan China menjadi sumber utama meningkatnya ketegangan dagang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X