KLIK SAJA - Ratusan tahanan dan narapidana Palestina yang dibebaskan disambut dengan tangis haru dan teriakan kegembiraan ketika mereka akhirnya kembali ke pelukan keluarga di Gaza dan Tepi Barat yang diduduki.
Pembebasan ini mencakup sekitar 250 narapidana yang sebelumnya divonis atas kejahatan termasuk pembunuhan dan serangan mematikan terhadap warga Israel, serta sekitar 1.700 tahanan asal Gaza yang ditahan oleh Israel tanpa dakwaan resmi.
Proses pembebasan ini adalah bagian dari fase pertama perdamaian Israel dan Hamas yang diinisasi oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Ketika para tahanan turun dari bus Palang Merah di Ramallah, banyak di antara mereka mengenakan syal tradisional Keffiyeh, tampak pucat dan kurus, bahkan beberapa terlihat kesulitan berjalan.
Mereka dibebaskan sebagai bagian dari pertukaran tahanan, di mana 20 sandera Israel serta jenazah beberapa sandera yang telah meninggal dilepaskan oleh Hamas.
Diperkirakan sekitar 100 tahanan dibebaskan ke Tepi Barat, sementara banyak lainnya akan dideportasi, dan sebagian kecil dibebaskan di Yerusalem Timur.
Pemerintah Israel sebelumnya telah menegaskan bahwa mereka ingin menghindari euforia publik seperti yang terjadi dalam kesepakatan pertukaran sandera sebelumnya, ketika kerumunan besar melambaikan bendera Hamas menyambut para tahanan yang tiba di Ramallah.
Banyak keluarga yang enggan berbicara kepada media karena mengaku telah diperingatkan oleh militer Israel untuk tidak melakukannya.
Di Gaza, keluarga para tahanan berkumpul di Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, berharap bisa segera bertemu kembali dengan orang-orang yang mereka cintai.
Sebuah rumah sakit lapangan bahkan didirikan di dekat bangunan utama untuk menyambut mereka.
Sementara itu, di Ramallah, ambulans Palang Merah Palestina telah bersiap lebih dulu untuk menangani kemungkinan tahanan yang mengalami luka-luka atau kondisi medis serius.
Sejumlah tenaga medis dan anggota keluarga mengatakan bahwa para tahanan yang dibebaskan baru-baru ini mengalami pemukulan beberapa hari menjelang pembebasan mereka.
Pertukaran sandera dan tahanan ini merupakan tahap pertama dari rencana perdamaian Donald Trump yang bertujuan untuk mengakhiri perang di Gaza.