Zionis Israel Mulai Tarik Sebagian Pasukan dari Gaza Setelah Kesepakatan Gencatan Senjata Mulai Berlaku

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Sabtu, 11 Oktober 2025 | 12:21 WIB
Warga Gaza mulai bergerak ke pemukiman, seiring Gencatan senjata (Anadolu)
Warga Gaza mulai bergerak ke pemukiman, seiring Gencatan senjata (Anadolu)

KLIK SAJA - Militer Israel mengumumkan bahwa mereka telah menarik sebagian pasukan dari beberapa wilayah di Gaza setelah kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai berlaku pada Jumat pagi waktu setempat.

Pasukan Israel menyatakan telah mundur ke posisi yang disepakati di dalam wilayah Gaza, meski separuh dari Jalur Gaza masih berada di bawah kendali militer Israel.

Rekaman video dari lapangan memperlihatkan ribuan warga Palestina berjalan menuju Gaza bagian utara, wilayah yang selama beberapa bulan terakhir mengalami serangan udara paling intens.

Gencatan senjata ini diberlakukan setelah pemerintah Israel menyetujui tahap pertama dari kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran sandera yang digagas Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Kamis malam.

Tahap-tahap selanjutnya masih dalam proses perundingan.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, Hamas memiliki waktu hingga Senin pukul 12.00 waktu setempat untuk membebaskan seluruh sandera Israel — termasuk 20 orang yang diyakini masih hidup, serta hingga 28 jenazah sandera.

Sebagai imbalannya, Israel akan membebaskan sekitar 250 tahanan Palestina yang divonis seumur hidup.

Menurut radio militer Israel, 100 orang akan dibebaskan ke Tepi Barat dan lima orang ke Yerusalem Timur, sementara sisanya kemungkinan akan dideportasi.

Selain itu, sekitar 1.700 warga Gaza yang telah ditahan juga akan dibebaskan.

Bantuan Kemanusiaan Diperbolehkan Masuk Tanpa Batasan

Dalam perjanjian tersebut, truk-truk bantuan kemanusiaan juga diizinkan masuk ke Jalur Gaza tanpa batasan untuk menyalurkan bantuan yang sangat dibutuhkan oleh warga — banyak di antaranya telah mengalami pengungsian berulang kali selama perang dua tahun terakhir.

Diperkirakan sekitar 600 truk bantuan akan memasuki Gaza setiap hari mulai Jumat.

Namun, rincian pelaksanaannya masih belum jelas dan belum dapat dipastikan apakah peningkatan volume bantuan sudah benar-benar dirasakan warga sejak gencatan senjata dimulai.

Sebelumnya, PBB melalui tim ahli yang didukung lembaga internasional telah menyatakan bahwa bencana kelaparan resmi terjadi di sebagian wilayah Gaza sejak Agustus lalu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X