internasional

Perang Intelejen di Nepal, India Berhasil Gagalkan Rencana Barat dan Menempatkan Sekutunya di Puncak Kekuasaan

Sabtu, 20 September 2025 | 09:16 WIB
Perang Intelejen di Nepal, India Berhasil Gagalkan Rencana Barat dan Menempatkan Sekutunya di Puncak Kekuasaan

KLIK SAJA - Situasi politik di Nepal menunjukkan adanya persaingan pengaruh antara negara-negara Barat dan India.

Setelah kerusuhan, negara-negara Barat berupaya menempatkan Balendra Shah (Wali Kota Kathmandu) sebagai sosok pro-kapitalis global.

Ia dirancang sebagai figur transisi yang akan membuka Nepal terhadap penetrasi ekonomi Barat.

Namun, upaya ini gagal total akibat operasi kontra-intelijen dari India.

Baca Juga: Bukan Muslim ataupun Imigran, Pembunuh Charlie Kirk Ternyata Seorang Penganut Mormon Asal Utah

Alih-alih Balendra, yang kini menjabat sebagai Perdana Menteri sementara adalah Sushila Karki.

Kenaikan Sushila Karki ke posisi puncak pemerintahan ini dimungkinkan berkat dukungan dari jaringan intelijen India.

Meskipun Barat gagal menempatkan kandidat pilihannya, mereka telah berhasil mengguncang legitimasi politik Nepal.

Bantuan intelijen India sangat berarti bagi stabilitas nasional Nepal, meski masih dalam proses perjuangan bersama bangsa Nepal sendiri.

Perbandingan ini menunjukkan kontras keadaan yang tajam: Lenin menghancurkan kapitalisme dengan revolusi proletar, sedangkan Amerika Serikat menyelamatkan kapitalisme dengan revolusi lunak.

Lenin membangun Soviet dan Cheka, sementara AS memperkuat NATO, WTO, IMF, hingga sistem SWIFT yang mengontrol arus keuangan global.

Baca Juga: Menuju Perdamaian Israel-Palestina: Mayoritas Negara di PBB Dukung Resolusi Solusi Dua Negara

Lenin berteriak “Tanah, Roti, Perdamaian,” sementara Barat menggema dengan slogan “Democracy vs Authoritarianism,” “Climate Justice,” dan “Inclusive Growth.”

Dari perspektif Filsafat Intelijen, operasi semacam ini bukan sekadar gejolak politik domestik, melainkan bagian dari strategi global.

Halaman:

Tags

Terkini