Menuju Perdamaian Israel-Palestina: Mayoritas Negara di PBB Dukung Resolusi Solusi Dua Negara

photo author
- Minggu, 14 September 2025 | 12:36 WIB
Menuju Perdamaian Israel-Palestina: Mayoritas Negara di PBB Dukung Resolusi Solusi Dua Negara (Sebanyak 142 negara mendukung resolusi yang menyerukan solusi dua negara untuk Palestina dan Israel, pada Jumat, 12 September 2025. (X.com/@Emre))
Menuju Perdamaian Israel-Palestina: Mayoritas Negara di PBB Dukung Resolusi Solusi Dua Negara (Sebanyak 142 negara mendukung resolusi yang menyerukan solusi dua negara untuk Palestina dan Israel, pada Jumat, 12 September 2025. (X.com/@Emre))

KLIK SAJA - Majelis Umum PBB menjadi perhatian dunia setelah 142 negara mendukung resolusi yang menyerukan solusi dua negara untuk Palestina dan Israel pada Jumat, 12 September 2025.

Resolusi ini mengusulkan Otoritas Palestina (PA) untuk mengambil alih kendali penuh wilayah Palestina.

Resolusi yang diajukan oleh Prancis dan Arab Saudi ini juga berisi seruan agar Hamas mengakhiri kekuasaannya di Gaza dan menyerahkan senjatanya kepada Otoritas Palestina.

Hal ini ditegaskan oleh Euronews pada Sabtu, 13 September 2025.

Baca Juga: Panas di Himalaya! DPR Nepal Resmi Dibubarkan, Pemilu Baru Bakal Digelar Pada 2026

Dukungan besar dari ratusan negara ini menunjukkan jalan menuju perdamaian antara militer Israel dan Hamas.

Namun, resolusi ini justru berlawanan dengan sikap Israel dan sekutunya, Amerika Serikat (AS).

Perdana Menteri (PM), Israel Benjamin Netanyahu menolak keras gagasan negara merdeka bagi Palestina.

Bahkan, ia menyatakan wilayah Tepi Barat adalah milik Israel.

Berkaca dari hal itu, penting memahami mengapa isu Palestina merdeka kini terus membara, penting mencermati akar sejarah panjang konflik negara tersebut dengan Israel. Berikut ini ulasan selengkapnya:

1. 1947: Konflik Tanah Negara Yahudi

Baca Juga: Penggulingan Kekuasan Nepal Oleh Gen Z Ternyata Terinspirasi Aksi Demonstrasi di Indonesia

Awal mula konflik Israel-Palestina terjadi pada tahun 1947, ketika PBB pertama kali mengesahkan resolusi pembagian wilayah Palestina menjadi dua negara, yakni sebagai 'satu Yahudi dan satu Arab'.

Diketahui, rencana itu diterima oleh komunitas Yahudi, tetapi di sisi lain sempat mendapatkan penolakan dari bangsa Arab.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X