PBB Kecam Tewasnya 5 Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara Israel

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Selasa, 12 Agustus 2025 | 13:57 WIB
Anas Al Sharif, salah satu wartawan AlJazeera yang tewas (AFP)
Anas Al Sharif, salah satu wartawan AlJazeera yang tewas (AFP)

KLIK SAJA - Lima jurnalis Al Jazeera, termasuk koresponden Anas al-Sharif, tewas dalam serangan udara Israel pada hari Minggu lalu.

Perihal ini langsung membuat PBB mengecam tindakan sembrono tersebut.

Dua orang lainnya juga tewas, termasuk seorang jurnalis lepas, menurut keterangan stasiun televisi tersebut.

Militer Israel mengatakan bahwa mereka menargetkan Sharif dengan tuduhan bahwa ia "menjabat sebagai kepala sel teroris Hamas" — tuduhan yang dibantah oleh Sharif.

Israel hanya memberikan sedikit bukti. Pemakaman Sharif, sesama koresponden Al Jazeera Mohammed Qreiqeh, serta juru kamera Ibrahim Zaher, Mohammed Noufal, dan Moamen Aliwa dilangsungkan pada Senin, sehari setelah serangan misil yang menyasar tenda mereka di Kota Gaza.

Mohammad al-Khaldi disebutkan oleh tenaga medis di Rumah Sakit al-Shifa sebagai jurnalis keenam yang tewas dalam serangan tersebut, menurut laporan kantor berita Reuters. Seorang korban lainnya juga meninggal dalam serangan itu.

Jalan-jalan di Gaza dipenuhi kerumunan yang hadir untuk mengikuti pemakaman. Anas al-Sharif merupakan sosok yang sangat dikenal dan memiliki jutaan pengikut di media sosial.

Reporters Without Borders, perwakilan organisasi kebebasan pers, mengecam keras apa yang mereka sebut sebagai pembunuhan terhadap Sharif.

Asosiasi Pers Asing menyatakan kemarahan atas pembunuhan terarah tersebut. Mereka mengatakan bahwa militer Israel berulang kali melabeli jurnalis Palestina sebagai “militan, sering kali tanpa bukti yang dapat diverifikasi.”

Committee to Protect Journalists (CPJ) menyatakan terkejut atas serangan itu dan menegaskan bahwa Israel gagal memberikan bukti yang mendukung tuduhan terhadap Sharif.

“Israel memiliki pola lama yang terdokumentasi dalam menuduh jurnalis sebagai teroris tanpa memberikan bukti yang kredibel,” tambah organisasi tersebut.

Militer Israel mengklaim memiliki dokumen yang ditemukan di Gaza yang membuktikan bahwa Sharif merupakan anggota Hamas. Dokumen itu disebut mencakup “daftar personel, daftar pelatihan teroris, direktori telepon, dan dokumen gaji.”

Satu-satunya bahan yang dipublikasikan adalah tangkapan layar spreadsheet yang diduga memuat daftar anggota Hamas di Jalur Gaza utara, catatan luka-luka anggota Hamas, dan bagian dari direktori telepon untuk batalion East Jabalia kelompok bersenjata tersebut.

“Israel harus menghormati dan melindungi semua warga sipil, termasuk jurnalis,” kata Kantor HAM PBB dalam sebuah unggahan di X. “Kami menyerukan akses yang segera, aman, dan tanpa hambatan ke Gaza bagi semua jurnalis.”

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X