Sementara itu di Gaza, lima orang lagi meninggal akibat kekurangan gizi dalam 24 jam terakhir, termasuk satu anak, menurut keterangan kementerian kesehatan yang dikelola Hamas.
Hal ini menambah jumlah total kematian akibat kekurangan gizi menjadi 222 orang, termasuk 101 anak, kata kementerian kesehatan.
Badan kemanusiaan PBB pada Jumat lalu mengatakan jumlah bantuan yang masuk ke Gaza masih “jauh di bawah kebutuhan minimum untuk memenuhi kebutuhan besar warga.” Bulan lalu, para pakar keamanan pangan global yang didukung PBB memperingatkan bahwa “skenario terburuk berupa kelaparan kini tengah terjadi.”
Israel terus membantah adanya kelaparan di Gaza dan menuduh badan-badan PBB tidak mengambil bantuan di perbatasan dan menyalurkannya.
Badan kemanusiaan PBB menyatakan masih menghadapi hambatan dan penundaan dalam upaya mengambil bantuan dari zona perbatasan yang dikendalikan Israel.
Israel melancarkan serangan militernya sebagai respons atas serangan Hamas di Israel selatan pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera 251 lainnya.
Sejak itu, 61.430 orang tewas di Gaza akibat kampanye militer Israel, menurut kementerian kesehatan setempat.***