Mereka menilai keputusan PBB tidak adil karena memberikan lebih dari setengah wilayah kepada Israel meski populasi Yahudi saat itu jauh lebih kecil dibanding penduduk Arab Palestina.
2. Perang Meletus di Tahun 1948
Penolakan tersebut memicu perang pada 1948.
Israel mendeklarasikan kemerdekaannya, sementara ratusan ribu rakyat Palestina terusir dari tanah mereka dan menjadi pengungsi di berbagai negara.
Tragedi itu dikenal dengan sebutan Nakba atau malapetaka besar bagi bangsa Palestina.
Sejak saat itu, konflik tak pernah benar-benar reda.
Israel memperluas wilayahnya, menduduki Tepi Barat, Gaza, dan Yerusalem Timur.
Kondisi tersebut makin diperburuk oleh pembangunan permukiman ilegal yang terus meluas hingga kini.
3. Konflik Hamas-Israel di Tahun 1980
Hamas kemudian lahir pada akhir 1980-an sebagai respons terhadap pendudukan Israel.
Kelompok ini disebut muncul dari rahim penderitaan rakyat Gaza yang selama puluhan tahun hidup dalam blokade dan represi.
Baca Juga: Dunia Internasional Kecam Serangan Udara Israel ke Wilayah Qatar
Bagi banyak warga Palestina, Hamas dipandang sebagai perlawanan, meski strategi militernya menuai kecaman internasional.
Ketegangan semakin memuncak setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan sekitar 1.200 orang di Israel.