internasional

Genosida Berlanjut di Gaza Utara dan Selatan, 70 Orang Tewas Dalam Semalam Termasuk Anak-Anak Imbas Serangan Israel

Kamis, 9 Januari 2025 | 09:10 WIB
Seorang wanita warga Gaza menangisi korban yang tewas akibat serangan Israel (Reuters)

KLIK SAJA - Setidaknya 19 warga Palestina, termasuk delapan anak-anak, tewas dalam serangan udara Israel di Gaza selatan pada Rabu (8/1), kata pejabat kesehatan setempat.

Seorang ibu dan keempat anaknya dilaporkan tewas ketika sebuah kamp tenda untuk para pengungsi di al-Mawasi terkena serangan, sementara pasangan lain dan anak-anak mereka tewas di kota terdekat, Khan Younis.

Militer Israel mengatakan pihaknya melakukan beberapa serangan yang menargetkan pejuang Hamas yang ikut serta dalam serangan 7 Oktober 2023 di Israel, yang memicu perang di Gaza.

Baca Juga: Waduh! AS Berencana Kirim Senjata Senilai 129 Trilliun Rupiah Ke Israel

Serangan mematikan juga dilaporkan di Gaza tengah dan utara, dengan kementerian kesehatan yang dikelola Hamas mengatakan total 51 orang telah tewas di seluruh wilayah tersebut dalam 24 jam terakhir.

Berarti total 70 orang telah tewas di seluruh wilayah Gaza hanya dalam semalam.

Di utara, jasad sedikitnya enam orang, termasuk seorang bayi, ditemukan dari dua rumah di Kota Gaza yang terkena serangan, menurut badan Pertahanan Sipil yang dikelola Hamas.

Sementara itu, tiga orang tewas dalam serangan di kota tengah Deir al-Balah, sementara seorang bayi lainnya tewas di kamp pengungsi perkotaan Bureij di dekatnya, kata petugas medis.

Belum ada komentar langsung dari militer Israel mengenai serangan tersebut.

Kementerian Kesehatan Gaza juga mengeluarkan permintaan mendesak untuk bahan bakar guna mengoperasikan generator rumah sakit di selatan. Kementerian itu memperingatkan bahwa generator akan berhenti berfungsi dalam hitungan jam, sehingga membahayakan nyawa ratusan pasien.

Baca Juga: Israel Tahan Direktur RS Gaza, Warga Palestina Darurat Layanan Kesehatan

Hal ini terjadi saat perundingan tidak langsung mengenai gencatan senjata dan kesepakatan pembebasan sandera terus berlanjut di Qatar, di mana utusan Timur Tengah Presiden terpilih AS Donald Trump mengatakan "banyak kemajuan" telah dicapai.

Stephen Witkoff mengatakan pada konferensi pers di Florida pada hari Selasa bahwa ia akan segera melakukan perjalanan ke Doha untuk bergabung dalam negosiasi yang dimediasi oleh pejabat Qatar, Mesir, dan AS.

"Saya sangat berharap bahwa pada pelantikan nanti, kami akan memiliki beberapa hal baik untuk diumumkan atas nama presiden," tambahnya.

Halaman:

Tags

Terkini