Waduh! AS Berencana Kirim Senjata Senilai 129 Trilliun Rupiah Ke Israel

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Minggu, 5 Januari 2025 | 05:24 WIB
Presiden Joe Biden bertemu PM Israel Benjamin Netanyahu pada suatu kesempatan (New Yorker)
Presiden Joe Biden bertemu PM Israel Benjamin Netanyahu pada suatu kesempatan (New Yorker)

KLIK SAJA - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat telah mengumumkan tentang rencana penjualan senjata senilai 8 miliar US Dolar atau setara 129 Trilliun Rupiah ke Israel.

Namun pengiriman senjata tersebut masih memerlukan persetujuan dari komite DPR dan Senat, meliputi rudal, peluru kendali, dan amunisi lainnya.

Langkah ini diambil hanya dua minggu sebelum Presiden Joe Biden lengser dari jabatannya.

Hal ini bertentangan dengan pernyataan resmi AS beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Israel Tahan Direktur RS Gaza, Warga Palestina Darurat Layanan Kesehatan

Dimana pihak Washington telah menolak seruan untuk menangguhkan dukungan militer bagi Israel karena banyaknya warga sipil yang tewas selama perang di Gaza.

Pada bulan Agustus, AS menyetujui penjualan jet tempur dan peralatan militer lainnya senilai 20 miliar US Dolar ke Israel.

Pengiriman terbaru yang direncanakan berisi rudal anti udara, rudal Hellfire, peluru artileri dan bom.

Biden sering menggambarkan dukungan AS terhadap Israel sebagai dukungan yang sangat kuat.

AS sejauh ini merupakan pemasok senjata terbesar bagi Israel, yang telah membantunya membangun salah satu militer berteknologi paling canggih di dunia.

Baca Juga: PBB: Serangan Israel Buat Layanan Kesehatan di Gaza Hancur Total

Menurut Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm (SIPRI), AS menyumbang 69% dari impor senjata konvensional utama Israel antara tahun 2019 dan 2023.

Pada bulan Mei 2024, AS mengonfirmasi telah menghentikan pengiriman bom seberat 2.000 pon dan 500 pon karena kekhawatiran Israel akan melanjutkan operasi darat besar-besaran di kota Rafah, Gaza selatan.

Namun Biden langsung menghadapi reaksi keras dari Partai Republik di Washington dan dari Netanyahu yang tampaknya membandingkannya dengan "embargo senjata".

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: BBC

Tags

Rekomendasi

Terkini

X