internasional

Ratusan Warga Gaza yang Terluka dan Sakit Dievakuasi ke Uni Emirat Arab Untuk Berobat

Jumat, 8 November 2024 | 05:15 WIB
Ratusan Warga Gaza Yang Sakit Sedang Dievakuasi untuk berobat ke luar negeri (BBC)

KLIK SAJA - Lebih dari 200 warga Palestina yang terluka parah dan sakit langka beserta pengasuhnya  telah dievakuasi keluar dari Gaza menuju ke luar negeri untuk berobat pada Rabu (06/11/24).

Operasi evakuasi tersebut diawasi oleh Cogat, badan militer Israel yang bertanggung jawab atas urusan kemanusiaan di Gaza, dan WHO, dimana mereka mengiring 231 warga Gaza yang diizinkan keluar untuk berobat  melalui penyeberangan Kerem Shalom.

Warga Palestina yang dievakuasi termasuk yang memiliki sakit dengan penyakit autoimun, penyakit darah, kanker, kondisi ginjal dan cedera trauma.

WHO mengatakan masih ada sekitar 14.000 orang yang menunggu evakuasi karena alasan medis.

Baca Juga: All Eyes on Jabalia Camp: Pengungsi dan Relawan Medis di Gaza Utara Jadi Sasaran Tembak Militer Israel

Israel dan Mesir menutup penyeberangan mereka dengan Gaza setelah serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober tahun lalu.

Hampir 4.900 pasien Palestina yang membutuhkan perawatan di luar negeri diizinkan pergi antara bulan November, ketika Mesir membuka kembali penyeberangan Rafah untuk evakuasi medis, dan bulan Mei, ketika Mesir menutup penyeberangan tersebut setelah pasukan Israel menguasai sisi Gaza.

Sebelum evakuasi, hanya 229 pasien yang telah pergi sejak Mei, menurut PBB.

Bersamaan hal tersebut WHO dan Cogat mengumumkan berakhirnya kampanye vaksinasi polio di Gaza.

Dilansir dari BBC, Direktur jenderal WHO, Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan 556.770 anak di bawah usia 10 tahun - atau 94%  telah menerima dua dosis vaksin sejak September.

Baca Juga: Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara Digempur Israel, Relawan Mer-C Dievakuasi ke Gaza Tengah

Program ini muncul sebagai reaksi terhadap penemuan kasus polio pada bulan Agustus, kasus pertama yang tercatat di Gaza selama 25 tahun.

Virus ini dapat melumpuhkan anak-anak atau bahkan membunuh mereka.

Virus ini telah menjadi subjek kampanye vaksinasi global selama beberapa dekade dan sebagian besar telah diberantas.

Halaman:

Tags

Terkini