Ratusan Warga Gaza yang Terluka dan Sakit Dievakuasi ke Uni Emirat Arab Untuk Berobat

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Jumat, 8 November 2024 | 05:15 WIB
Ratusan Warga Gaza Yang Sakit Sedang Dievakuasi untuk berobat ke luar negeri (BBC)
Ratusan Warga Gaza Yang Sakit Sedang Dievakuasi untuk berobat ke luar negeri (BBC)

Pada hari Sabtu, WHO dan badan PBB lainnya mulai memberikan vaksin di Kota Gaza, setelah terpaksa menunda peluncuran di wilayah utara bulan lalu karena pemboman Israel, pengungsian massal, dan kurangnya akses.

Operasi tiga hari itu sempat terhenti karena serangan terhadap sebuah rumah sakit.

WHO tidak mengatakan siapa yang berada di balik serangan itu, tetapi staf medis setempat menyalahkan quadcopter milik Israel.

Militer Israel mengatakan sedang melakukan penyelidikan tetapi tidak yakin bahwa Israel bertanggung jawab atas serangan itu.

Baca Juga: MER-C Berangkatkan Tim Relawan Medis EMT ke-6 Ke Jalur Gaza, Walau Israel Masih Menggempur Palestina

Dr. Tedros mengatakan 105.500 anak di Gaza utara telah menerima dosis kedua, yang berarti cakupannya sekitar 88%.

Agar kekebalan kelompok dapat terwujud, setidaknya 90% dari semua anak di setiap komunitas dan lingkungan harus diberikan minimal dua dosis.

Wilayah Gaza utara tidak termasuk dalam vaksinasi karena berlanjutnya operasi militer Israel yang intensif di kota-kota seperti Jabalia dan Beit Lahia.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) pada Rabu pagi mengumumkan bahwa pasukan telah mulai beroperasi di Beit Lahia menyusul apa yang disebutnya sebagai intelijen yang “mengindikasikan keberadaan teroris dan infrastruktur teroris”.

IDF meminta semua warga sipil yang tersisa untuk meninggalkan daerah tersebut melalui apa yang disebutnya “rute terorganisasi demi keselamatan mereka”.

Beit Lahia telah mengalami pemboman hebat sejak IDF melancarkan serangan darat di wilayah tetangga Jabalia sebulan lalu, dengan alasan tindakan itu ditujukan untuk melawan pengelompokan kembali para pejuang Hamas.

IDF mengatakan pasukannya telah membunuh 50 “teroris” di Jabalia selama satu hari terakhir.

Baca Juga: Israel Gempur Tanah Persia, KBRI Teheran Himbau WNI di Iran Tingkatkan Kewaspadaan

BBC dan media internasional lainnya tidak bisa mendapatkan akses ke Jalur Gaza dan karenanya tidak bisa memverifikasi klaim ini secara independen.

Orang-orang yang diangkut keluar dari Gaza dalam operasi evakuasi medis akan dibawa ke Uni Emirat Arab atau Rumania untuk dirawat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: BBC

Tags

Rekomendasi

Terkini

X