Iran dan AS Sepakat Gencatan Senjata, Keduanya Saling Klaim Kemenangan

photo author
- Kamis, 9 April 2026 | 01:07 WIB
Para warga Iran merayakan kemenangan setelah terjadinya gencatan senjata dengan AS (al Jazeera)
Para warga Iran merayakan kemenangan setelah terjadinya gencatan senjata dengan AS (al Jazeera)
  • Gencatan senjata selama 30 hari akan menghentikan perang.
  • Selat Hormuz akan segera dibuka oleh Teheran untuk pelayaran yang aman.
  • Iran akan menonaktifkan fasilitas nuklirnya di Fordow, Natanz, dan Isfahan, sesuai dengan tujuan AS dan Israel untuk mengakhiri kemampuan nuklir Teheran.
  • Iran akan berkomitmen secara permanen untuk tidak mengejar atau mengembangkan senjata nuklir dan akan sepenuhnya menghentikan pengayaan uranium, bahkan untuk tujuan sipil.
  • Seluruh persediaan yang dimiliki Iran akan diserahkan kepada Badan Energi Atom Internasional (IAEA), dan lembaga tersebut akan diizinkan memantau infrastruktur nuklir Iran.
  • Iran akan menghentikan pemberian senjata dan pendanaan kepada kelompok proksi regional seperti Hizbullah.
  • Jumlah rudal balistik yang dimiliki Iran akan dibatasi secara ketat dan hanya untuk tujuan pertahanan diri.
  • Sebagai imbalannya, AS akan mencabut semua sanksi yang dikenakan terhadap Iran, termasuk mekanisme “snapback” PBB yang memungkinkan penerapan kembali sanksi yang sebelumnya telah dicabut.
  • Washington juga akan memberikan dukungan untuk pasokan listrik di pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr milik Iran.

Rencana 10 poin Iran

Iran juga mengusulkan rencana 10 poin sebagai tanggapan terhadap kerangka yang diajukan AS.

Pada hari Senin, saat perang memasuki hari ke-38 dan setelah Trump mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik dan energi Iran yang melanggar hukum internasional, presiden AS itu mengakui bahwa Teheran telah menyampaikan rencana 10 poin tersebut ke Gedung Putih melalui mediator Pakistan.

Baca Juga: Ketika Perang AS-Israel Melawan Iran Memperkuat Teologi Politik Syiah

Setelah presentasi tersebut, Trump menyebut rencana itu sebagai “langkah signifikan”, namun “belum cukup baik”.

Namun dalam pengumuman gencatan senjata pada hari Selasa, Trump mengatakan bahwa proposal Iran “dapat dijalankan” sebagai dasar bagi kesepakatan akhir.

Para analis menunjukkan bahwa rencana tersebut memuat beberapa poin kontroversial yang kemungkinan akan ditolak oleh Washington—dan Israel—selama proses perundingan.

Tuntutan utama Iran meliputi:

  • Komitmen mendasar untuk tidak melakukan agresi dari pihak AS.
  • Pengaturan lalu lintas di Selat Hormuz secara terkendali dan terkoordinasi dengan angkatan bersenjata Iran, yang berarti Iran tetap memiliki pengaruh atas jalur perairan tersebut.
  • Pengakuan terhadap program pengayaan nuklir Iran.
  • Pencabutan seluruh sanksi primer dan sekunder serta resolusi terhadap Iran.
  • Pengakhiran semua resolusi terhadap Iran di Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
  • Pengakhiran semua resolusi terhadap Iran oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB).
  • Penarikan pasukan tempur AS dari seluruh pangkalan di kawasan.
  • Kompensasi penuh atas kerugian yang diderita Iran selama perang—yang akan diperoleh melalui pembayaran oleh kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.
  • Pembebasan seluruh aset dan properti Iran yang dibekukan di luar negeri.
  • Pengesahan seluruh poin tersebut dalam sebuah resolusi DK PBB yang mengikat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X