Departemen Hakim AS Rilis Epstein Files, Akankah Bisa Jatuhkan Donald Trump?

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:30 WIB
Ilustrasi Data Epstein (berbagai sumber)
Ilustrasi Data Epstein (berbagai sumber)

Pada Desember lalu, lembaga tersebut memang sempat merilis tahap awal dokumen terkait Epstein, namun jumlahnya belum memenuhi ketentuan undang-undang yang disahkan pada November.

Meski demikian, rilis awal tersebut memuat catatan penerbangan yang sebelumnya belum pernah dipublikasikan, yang menunjukkan bahwa Trump pernah menaiki pesawat pribadi Epstein pada 1990-an. Perjalanan itu diduga terjadi sebelum hubungan keduanya diklaim memburuk.

Rilis sebelumnya juga menyertakan gambar yang memperlihatkan sejumlah tokoh ternama — seperti miliarder teknologi Bill Gates, mantan penasihat Trump Steve Bannon, sutradara Woody Allen, dan mantan Presiden AS Bill Clinton — tengah berinteraksi dengan Epstein, termasuk di pulau pribadinya.

Baca Juga: Apa Itu Epstein Files? Apa Hubungannya Dengan Masa Lalu Kelam Donald Trump?

Informasi dari rilis terbaru masih terus berkembang. Temuan awal mencakup korespondensi email dengan miliarder Elon Musk terkait kemungkinan kunjungan ke pulau Epstein; rangkaian pesan singkat antara Epstein dan Bannon yang sesekali menyebut nama Trump menjelang kematian Epstein; serta dokumen penyelidikan seputar penahanan dan kematiannya.

Hingga kini, tidak satu pun individu yang disebut atau ditampilkan dalam dokumen-dokumen tersebut yang dijerat tuntutan pidana, kecuali Maxwell. Setelah divonis pada 2021, Maxwell kini menjalani hukuman penjara 20 tahun, meski ia tetap membantah segala tuduhan.

Epstein meninggal akibat dugaan bunuh diri di sebuah sel penjara New York pada Agustus 2019, sebulan setelah ia didakwa atas tuduhan perdagangan seks di tingkat federal.

Sebelumnya, pada 2008, ia sempat dijatuhi hukuman atas kasus kejahatan seksual di Florida melalui kesepakatan pembelaan yang menuai kecaman luas karena dianggap terlalu ringan. Ia hanya menjalani total 13 bulan penahanan.

Salah satu korban Epstein, Virginia Roberts Giuffre, juga pernah mengajukan gugatan hukum terhadapnya, dengan tuduhan bahwa Epstein mengatur pertemuan seksual dengan politisi, tokoh bisnis, akademisi, dan figur berpengaruh lainnya ketika ia masih di bawah umur.

Seluruh pria yang disebut Giuffre — yang meninggal dunia pada April 2025 di Australia — telah membantah tuduhan tersebut.

Salah satu yang ia tuduh adalah Andrew Mountbatten-Windsor, yang sebelumnya dikenal sebagai Pangeran Andrew.

Meski membantah, ia memilih menyelesaikan gugatan hukum Giuffre melalui kesepakatan damai dengan nilai yang tidak diungkapkan.

Pada Oktober lalu, kakaknya, Raja Charles III dari Britania Raya, mencabut gelar kerajaan Andrew sebagai dampak dari kontroversi tersebut.

Pertanyaannya, akankah mulai terkuaknya dokumen Epstein ini akan menggoyang Donald Trump dari kursi presiden?.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X