Sementara itu, di sosial media seluruh dunia, sudah mulai gencar Gerakan boikot Piala Dunia yang diselenggarakan di Amerika Serikat.
Kebanyakan mereka mengecam aksi pemerintah AS yang melakukan aksi militer ke berbagai wilayah menjelang Piala Dunia.
Sehingga hal tersebut sangat menciderai semangat Piala Dunia yang menjunjung tinggi nilai sportifitas dan perdamaian dunia.
Banyak juga influencer yang mengeluhkan standar ganda FIFA, dimana mereka berani menghukum Rusia, sebagai imbas serangan ke Ukraina.
Sementara, Amerika Serikat tidak dihukum larangan kiprah internasional, walau mereka baru saja menyerang Venezuela, bahkan menangkap kepala negaranya.
Baca Juga: Alert! Trump Perintahkan Operasi Khusus Invasi ke Greenland
Di lain pihak, bagi para penggemar sepakbola yang tetap berencana bepergian ke Amerika Serikat untuk menyaksikan pertandingan musim panas ini, pemerintahan Trump bulan lalu meluncurkan program baru bernama “FIFA PASS” yang bertujuan mempercepat proses wawancara visa bagi pemegang tiket.
Sistem Penjadwalan Janji Temu Prioritas FIFA tersebut dirancang untuk membantu penggemar internasional masuk ke Amerika Serikat dengan lebih cepat, tanpa mengendurkan kebijakan imigrasi ketat pemerintah.
Presiden FIFA Gianni Infantino, yang tampil bersama Trump di Ruang Oval, menyambut baik inisiatif tersebut.
Ia mengatakan program itu akan membantu mengakomodasi lonjakan jumlah pengunjung yang diperkirakan hadir dalam turnamen yang akan dimulai pada bulan Juni.***