Mengenal Sir Sadiq Khan, Walikota London Pertama Beragama Islam yang Dihina Donald Trump

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Rabu, 24 September 2025 | 23:21 WIB
Sosok Sir Sadiq Khan (Safe Passage)
Sosok Sir Sadiq Khan (Safe Passage)

Khan terpilih sebagai Wali Kota London pada pemilihan 2016, mengalahkan kandidat Konservatif, Zac Goldsmith, dan kemudian mengundurkan diri dari parlemen.

 Dalam masa jabatannya, ia memperkenalkan tarif Hopper yang memungkinkan perjalanan bus dan trem tak terbatas selama satu jam, menaikkan biaya dan memperluas cakupan London congestion charge.

Ia memberlakukan biaya tambahan baru (T-Charge dan ULEZ) bagi kendaraan lama yang lebih berpolusi di kota.

Bahkan dalam kepemimpinnya, ia juga memberlakukan program makanan bergizi gratis untuk pelajar dengan kualitas terbaik, dan inilah salah satu faktor utama ia selalu terpilih.

Ia juga mendukung rencana perluasan Bandara London City dan Bandara Gatwick. Khan merupakan pendukung vokal kampanye Britain Stronger in Europe dan People’s Vote yang berusaha mempertahankan Inggris di Uni Eropa, meskipun upaya tersebut tidak berhasil.

Ia juga menarik perhatian internasional melalui perdebatan terbuka di Twitter dengan Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump.

Setelah demonstrasi George Floyd pada 2020, Khan membentuk Commission for Diversity in the Public Realm.

Pada awal masa jabatannya, Khan sempat membekukan sebagian tarif Transport for London (TfL), namun sejak 2021 ia memberlakukan kenaikan tarif transportasi sebagai imbalan atas dana talangan sebesar £1,6 miliar dari pemerintah Inggris selama pandemi COVID-19.

Ia juga beberapa kali mendesak pemerintah untuk menerapkan pembatasan kesehatan masyarakat sepanjang pandemi.

Khan terpilih kembali sebagai Wali Kota pada 2021 dan 2024, menjadikannya wali kota pertama dalam sejarah London yang berhasil memenangkan tiga periode jabatan.

Pada 2018, Khan masuk dalam daftar Time 100 sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di dunia.

Kebijakan-kebijakan yang ia terapkan sebagai Wali Kota telah membuat transportasi London lebih mudah diakses serta mengurangi jumlah kendaraan berpolusi di pusat kota.

Namun, masa jabatannya juga ditandai dengan meningkatnya angka kejahatan bersenjata dan penikaman di London, yang ditengarai banyak sentimen anti Islam.

Atas kiprahnya dalam dunia politik dan pelayanan publik, Khan menerima gelar kebangsawanan (knighthood) dalam New Year Honours 2025.

Ia menjadi Wali Kota London pertama yang mendapat anugerah tersebut, makanya depan namanya sudah terpampang gelar ‘Sir’, suatu penghargaan betapa kontribusinya yang luar biasa bagi kota London.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X