KLIK SAJA – Beberapa waktu lalu pada sidang umum PBB, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump kembali melontarkan nada hinaan kepada Sadiq Khan, Walikota London sebagai walikota yang buruk.
Tentunya pernyataan Trump adalah sesuatu yang tak pantas dan tak berdasar apapun serta cenderung tendesius.
Lalu siapakah Sadiq Khan ini? Mengapa walikota London pertama dari kalangan muslim ini bisa menjadi perhatian bagi Donald Trump?
Sir Sadiq Aman Khan lahir pada 8 Oktober 1970 di kota London.
Ia adalah seorang politikus Inggris yang menjabat sebagai Wali Kota London sejak 2016.
Karir politiknya dimulai dari menjadi Anggota Parlemen (MP) untuk daerah pemilihan Tooting dari 2005 hingga 2016.
Sebagai anggota Partai Buruh, Khan dikenal berada pada sayap moderat partai tersebut dan secara ideologis digolongkan sebagai seorang sosial demokrat.
Lahir di London dari keluarga asal Pakistan, Khan meraih gelar sarjana hukum dari University of North London.
Setelah itu, ia bekerja sebagai pengacara dengan spesialisasi isu-isu hak asasi manusia dan selama tiga tahun menjabat sebagai ketua organisasi advokasi Liberty.
Ia bergabung dengan Partai Buruh dan menjadi anggota dewan di Borough Wandsworth, London, dari 1994 hingga 2006, sebelum terpilih sebagai anggota parlemen untuk Tooting pada pemilihan umum 2005.
Khan secara terbuka mengkritik beberapa kebijakan Perdana Menteri dari Partai Buruh, Tony Blair, termasuk invasi Irak tahun 2003 dan undang-undang baru antiteror.
Di bawah kepemimpinan Blair, Khan diangkat sebagai Parliamentary Under-Secretary of State for Communities and Local Government pada 2008, kemudian menjadi Minister of State for Transport.
Ia juga menjadi sekutu dekat Ed Miliband, pemimpin Partai Buruh berikutnya, dan duduk dalam Kabinet Bayangan sebagai Shadow Secretary of State for Justice, Shadow Lord Chancellor, serta Shadow Minister for London.