Inggris hingga Kanada Akui Kedaulatan Palestina, Pemicu Kemarahan Netanyahu dan Perhatian Dunia

photo author
- Senin, 22 September 2025 | 11:19 WIB
Inggris hingga Kanada Akui Kedaulatan Palestina, Pemicu Kemarahan Netanyahu dan Perhatian Dunia (Empat negara barat mulai dari Inggris hingga Portugal telah mengakui kedaulatan Palestina. (Unsplash/Ömer Faruk Yıldız))
Inggris hingga Kanada Akui Kedaulatan Palestina, Pemicu Kemarahan Netanyahu dan Perhatian Dunia (Empat negara barat mulai dari Inggris hingga Portugal telah mengakui kedaulatan Palestina. (Unsplash/Ömer Faruk Yıldız))

KLIK SAJA - Perhatian global kini tertuju pada pengakuan kedaulatan Palestina oleh beberapa negara Barat.

Langkah ini diambil oleh Inggris, Kanada, Australia, dan Portugal, yang secara resmi mengakui Palestina sebagai negara berdaulat.

Pengakuan ini memicu reaksi keras dari Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang menolak keras langkah tersebut.

Inggris Resmi Umumkan Pengakuan

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, mengumumkan bahwa negaranya secara resmi mengakui Palestina sebagai negara merdeka.

Baca Juga: PM Keir Starmer: Inggris Akui Negara Palestina demi Perdamaian

“Hari ini, untuk menghidupkan kembali harapan perdamaian bagi Palestina dan Israel, serta solusi dua negara, Inggris secara resmi mengakui negara Palestina,” tulis Starmer melalui akun X pada Minggu 21 September 2025.

Starmer menilai pengakuan itu merupakan langkah awal untuk membangun kembali kepercayaan antara kedua pihak, sekaligus menegaskan komitmen Inggris terhadap solusi dua negara.

Australia dan Kanada Ikut Bergabung

Selain Inggris, Australia menjadi negara yang mengumumkan keputusan serupa.

Perdana Menteri Anthony Albanese bersama Menteri Luar Negeri Penny Wong menegaskan dukungan resmi Australia bagi kemerdekaan Palestina.

Baca Juga: Kisah Haru WNI di New York, Bertemu Langsung dengan Presiden Prabowo Subianto dan Wujudkan Cita-Cita Lama

“Dengan demikian, Australia mengakui aspirasi sah dan lama rakyat Palestina untuk memiliki negara sendiri,” tulis keduanya dalam pernyataan bersama di X pada 21 September 2025.

Mereka menekankan bahwa pengakuan tersebut adalah bagian dari upaya internasional yang lebih luas untuk mendorong momentum baru menuju perdamaian dan solusi dua negara.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X