KLIK SAJA - Situasi politik di Nepal menunjukkan adanya persaingan pengaruh antara negara-negara Barat dan India.
Setelah kerusuhan, negara-negara Barat berupaya menempatkan Balendra Shah (Wali Kota Kathmandu) sebagai sosok pro-kapitalis global.
Ia dirancang sebagai figur transisi yang akan membuka Nepal terhadap penetrasi ekonomi Barat.
Namun, upaya ini gagal total akibat operasi kontra-intelijen dari India.
Baca Juga: Bukan Muslim ataupun Imigran, Pembunuh Charlie Kirk Ternyata Seorang Penganut Mormon Asal Utah
Alih-alih Balendra, yang kini menjabat sebagai Perdana Menteri sementara adalah Sushila Karki.
Kenaikan Sushila Karki ke posisi puncak pemerintahan ini dimungkinkan berkat dukungan dari jaringan intelijen India.
Meskipun Barat gagal menempatkan kandidat pilihannya, mereka telah berhasil mengguncang legitimasi politik Nepal.
Bantuan intelijen India sangat berarti bagi stabilitas nasional Nepal, meski masih dalam proses perjuangan bersama bangsa Nepal sendiri.
Perbandingan ini menunjukkan kontras keadaan yang tajam: Lenin menghancurkan kapitalisme dengan revolusi proletar, sedangkan Amerika Serikat menyelamatkan kapitalisme dengan revolusi lunak.
Lenin membangun Soviet dan Cheka, sementara AS memperkuat NATO, WTO, IMF, hingga sistem SWIFT yang mengontrol arus keuangan global.
Baca Juga: Menuju Perdamaian Israel-Palestina: Mayoritas Negara di PBB Dukung Resolusi Solusi Dua Negara
Lenin berteriak “Tanah, Roti, Perdamaian,” sementara Barat menggema dengan slogan “Democracy vs Authoritarianism,” “Climate Justice,” dan “Inclusive Growth.”
Dari perspektif Filsafat Intelijen, operasi semacam ini bukan sekadar gejolak politik domestik, melainkan bagian dari strategi global.
Artikel Terkait
Kontroversi dan Halu! Donald Trump Ganti Nama Departemen Pertahanan Jadi Departemen Perang
Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba Undurkan Diri, Ungkap Masalah Tarif AS Sebagai Penyebabnya
Israel Lakukan Serangan Udara di Qatar, Tewaskan Sejumlah Anggota Hamas
Dunia Internasional Kecam Serangan Udara Israel ke Wilayah Qatar
Aksi Anarkis di Kathmandu, Demo Berakhir dengan Penjarahan dan Pembakaran Gedung Parlemen Nepal