Mengenal Konflik Nagorno-Karabakh, Pertikaian Etnis Armenia dengan Azerbaijan di Kaukasus

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Selasa, 19 Agustus 2025 | 10:16 WIB
Warga etnis Azerbaijan di Nagorno-Karabakh (CNN)
Warga etnis Azerbaijan di Nagorno-Karabakh (CNN)

Gencatan senjata yang ditandatangani di Bishkek pada 1994 membawa dua dekade stabilitas relatif, sebelum kembali memburuk pada 2010-an.

Eskalasi selama empat hari pada April 2016 menewaskan ratusan orang, meski garis depan hanya berubah sedikit.

Pada akhir 2020, pecah Perang Nagorno-Karabakh Kedua berskala besar yang menewaskan ribuan orang dan menghasilkan kemenangan signifikan bagi Azerbaijan.

Perjanjian gencatan senjata tripartit pada 10 November 2020 membuat Azerbaijan merebut kembali seluruh wilayah pendudukan di sekitar Nagorno-Karabakh serta sepertiga wilayah Nagorno-Karabakh itu sendiri.

Namun, pelanggaran gencatan senjata terus terjadi, baik di Nagorno-Karabakh maupun di perbatasan Armenia–Azerbaijan.

Antara 2022 hingga 2023, Azerbaijan memperketat blokade terhadap Nagorno-Karabakh dengan mendirikan pos militer, merusak infrastruktur sipil, serta menargetkan para pekerja pertanian.

Pengepungan militer yang berlangsung selama sepuluh bulan itu memutus wilayah tersebut dari dunia luar.

Pada September 2023, Azerbaijan melancarkan ofensif militer berskala besar yang berujung pada eksodus besar-besaran etnis Armenia, pembubaran Republik Artsakh, dan penggabungan penuh wilayah itu ke dalam Azerbaijan.

Baru-baru ini, kedua belah pihak yang bertikai melakukan formalisasi perjanjian damai.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X