KLIK SAJA – Publik dunia banyak yang tidak tahu di daerah Kaukasus, khususnya antara Armenia dan Azerbaijan, terdapat konflik etnis berkepanjangan.
Konflik ini seolah luput dari perhatian dunia, padahal sudah banyak merenggut ribuan nyawa tak berdosa.
Pertikaian yang dimaksud adalah Konflik Nagorno-Karabakh
Konflik Nagorno-Karabakh adalah konflik etnis dan teritorial antara Armenia dan Azerbaijan yang memperebutkan wilayah Nagorno-Karabakh—sebelumnya mayoritas dihuni oleh etnis Armenia hingga tahun 2023—serta tujuh distrik di sekitarnya yang dulunya mayoritas dihuni oleh etnis Azerbaijan sebelum mereka diusir pada 1990-an.
Wilayah Nagorno-Karabakh sepenuhnya diklaim dan sebagian dikuasai oleh Republik Artsakh yang memisahkan diri, namun secara internasional tetap diakui sebagai bagian dari Azerbaijan.
Secara bertahap, Azerbaijan berhasil merebut kembali kendali atas wilayah Nagorno-Karabakh dan tujuh distrik sekitarnya.
Selama periode Soviet, orang Armenia di Oblast Otonom Nagorno-Karabakh mengalami diskriminasi berat.
Pemerintah Soviet Azerbaijan menekan kebudayaan dan identitas Armenia di wilayah itu, mendorong warga Armenia untuk meninggalkan daerah tersebut, sekaligus mendorong warga Azerbaijan untuk menetap di sana—meski orang Armenia tetap menjadi mayoritas.
Pada masa glasnost, tahun 1988, diadakan referendum Nagorno-Karabakh untuk mengalihkan wilayah itu ke Armenia Soviet dengan dasar hak penentuan nasib sendiri dalam konstitusi Soviet.
Langkah ini memicu serangkaian pogrom terhadap etnis Armenia di berbagai wilayah Azerbaijan, sebelum kemudian pecah kekerasan yang juga menimpa warga Azerbaijan.
Konflik ini meningkat menjadi perang skala penuh pada awal 1990-an setelah bubarnya Uni Soviet. Perang dimenangkan oleh Armenia dan Artsakh, yang kemudian menduduki wilayah sekitar Nagorno-Karabakh era Soviet.
Sebagai tanggapan, Azerbaijan dan Turki memberlakukan blokade transportasi dan ekonomi terhadap Armenia yang bertahan hingga kini, sementara Artsakh juga mengalami blokade hingga tahun 2023.
Pada masa itu terjadi pengusiran besar-besaran terhadap etnis Armenia dari Azerbaijan, serta etnis Azerbaijan dari Armenia dan wilayah yang dikuasai Armenia.