Iran Menolak Lanjutkan Pembicaraan Nuklir di Tengah Serangan Israel

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Sabtu, 21 Juni 2025 | 20:16 WIB
Abbas Araghchi (NCR Iran)
Abbas Araghchi (NCR Iran)

Ia menambahkan bahwa serangan akan terus dilanjutkan.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa Iran memiliki waktu “maksimal” dua minggu untuk menghindari kemungkinan serangan udara AS, dan mengisyaratkan bahwa ia dapat mengambil keputusan sebelum batas waktu 14 hari yang ditetapkannya pada hari Kamis.

Tujuannya, lanjut Trump, adalah untuk "melihat apakah mereka bisa bersikap rasional".

Presiden AS tersebut juga meremehkan pembicaraan di Jenewa antara Araghchi dan para menteri luar negeri dari Inggris, Prancis, Jerman, dan Uni Eropa.

“Iran tidak ingin berbicara dengan Eropa,” kata Trump. “Mereka ingin berbicara dengan kami. Eropa tidak akan mampu membantu dalam hal ini.”

Menteri Luar Negeri Inggris, David Lammy, mengatakan bahwa AS telah memberikan "jendela waktu yang singkat" untuk menyelesaikan krisis di Timur Tengah yang "berbahaya dan sangat serius".

Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, mengatakan bahwa para menteri telah mengundang Araghchi untuk "mempertimbangkan negosiasi dengan semua pihak, termasuk Amerika Serikat, tanpa harus menunggu penghentian serangan".

Barrot menambahkan bahwa “tidak mungkin ada solusi final melalui jalur militer untuk permasalahan nuklir Iran” dan memperingatkan bahwa “berbahaya jika ingin memaksakan perubahan rezim” di Iran.

Israel juga kembali diserang oleh gelombang baru serangan Iran pada hari Jumat, dengan militer Israel melaporkan adanya 20 rudal yang menargetkan kota Haifa.

Pasukan Pertahanan Israel menyatakan mereka telah menyerang tempat penyimpanan dan peluncuran rudal balistik di wilayah barat Iran.

Selama sepekan terakhir, serangan udara Israel telah menghancurkan fasilitas militer dan persenjataan Iran, serta menewaskan sejumlah komandan militer senior dan ilmuwan nuklir.

Kementerian Kesehatan Iran pada hari Minggu menyebutkan sedikitnya 224 orang telah tewas, sementara kelompok hak asasi manusia, Human Rights Activists News Agency, menyebutkan jumlah korban jiwa tidak resmi mencapai 657 orang pada hari Jumat.

Israel meluncurkan serangan ke Iran pada 13 Juni, yang kemudian memicu beberapa gelombang serangan rudal dan drone dari Iran ke wilayah Israel.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X