Militer Israel menyatakan bahwa perluasan kampanye militer ini bertujuan untuk “mencapai seluruh tujuan perang”, termasuk pembebasan sandera dan “penghancuran Hamas.”
Namun, kelompok keluarga para sandera menyatakan bahwa operasi militer tersebut menimbulkan “bahaya serius dan terus meningkat” terhadap sandera yang masih ditahan di Gaza.
“Kesaksian dari para sandera yang telah dibebaskan menggambarkan perlakuan yang memburuk secara signifikan setelah serangan militer, termasuk kekerasan fisik, pembatasan gerak, dan pengurangan asupan makanan,” ungkap Forum Keluarga Sandera dan Orang Hilang.
Perang ini dipicu oleh serangan yang dipimpin Hamas ke Israel selatan pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan lebih dari 250 orang disandera.
Saat ini, sekitar 58 sandera masih berada di Gaza, dan diperkirakan hingga 23 orang di antaranya masih hidup.
Lebih dari 53.000 warga Palestina telah tewas selama kampanye militer Israel di Gaza.***