Harga Mainan Barbie dan Hot Wheels Bakalan Naik Imbas Perang Tarif Donald Trump

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Rabu, 5 Februari 2025 | 17:31 WIB
Ilustrasi mainan Hot Wheels dan Barbie (berbagai sumber)
Ilustrasi mainan Hot Wheels dan Barbie (berbagai sumber)

KLIK SAJA - Raksasa produsen mainan Mattel mengatakan pihaknya mungkin akan menaikkan harga di AS untuk mengimbangi dampak tarif Donald Trump.

Hal ini terjadi setelah presiden AS mengenakan tarif sebesar 10% pada semua impor dari China, yang merupakan basis produksi sekitar 40% perusahaan tersebut.

Selain potensi kenaikan harga, pembuat Barbie dan Hot Wheels tersebut mengatakan mereka mungkin harus menerapkan perubahan pada rantai pasokannya.

Baca Juga: Usulan Trump Merelokasi Warga Palestina Keluar Gaza Langgar Hukum Internasional

Kelompok konsumen dan bisnis di AS telah memperingatkan bahwa tarif dapat mengganggu rantai pasokan dan menyebabkan harga yang lebih tinggi.

Tak hanya Mattel, banyak produsen mainan lisensi AS yang memiliki pabrik di China, terkait murahnya upah tenaga kerja serta efisiensi produksi.

China selama ini telah menjadi pusat produksi global selama beberapa dekade, dan banyak perusahaan internasional, termasuk produsen mainan dari Amerika Serikat, memilih untuk membuka pabrik di negara ini.

China kini memiliki salah satu sistem infrastruktur terbaik di dunia, termasuk pelabuhan, transportasi darat, dan fasilitas logistik yang efisien.

Hal ini memungkinkan produsen untuk mengirimkan produk dalam jumlah besar ke pasar global dengan biaya rendah dan waktu yang lebih singkat.

Pabrik di China dapat dengan mudah mengakses pelabuhan besar seperti di Shanghai atau Shenzhen, yang memudahkan ekspor barang ke seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat, Asia dan Eropa.

Perihal ini tentunya sangat tidak disukai pemerintahan Donald Trump.

"Panduan tersebut mencakup dampak yang diantisipasi dari tarif baru AS... yang diumumkan pada tanggal 1 Februari, dan tindakan mitigasi yang kami rencanakan untuk diambil, termasuk memanfaatkan kekuatan rantai pasokan kami, dan potensi harga," kata Mattel dalam laporan triwulanannya.

Baca Juga: Donald Trump Perintahkan Serangan Udara Ke Markas ISIS di Somalia

Industri mainan menghadapi penjualan yang lebih lambat pada tahun 2024, karena biaya hidup yang lebih tinggi berarti pembeli memiliki lebih sedikit uang tunai untuk dibelanjakan pada mainan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: BBC

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X