KLIK SAJA - Warga Palestina secara tegas menolak usulan pemindahan populasi yang diajukan oleh mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Mereka menekankan bahwa mereka tidak akan meninggalkan tanah kelahiran mereka, meskipun terus menghadapi tekanan dari Israel, yang merupakan sekutu utama AS.
Trump sebelumnya mengusulkan ide untuk merelokasi penduduk Gaza ke negara-negara tetangga seperti Mesir dan Yordania, dengan alasan untuk meningkatkan stabilitas keamanan di wilayah tersebut.
Usulan ini memicu kritik dari berbagai pihak yang melihatnya sebagai bentuk pengusiran massal.
Baca Juga: 30 Tewas, Puluhan Terluka Dalam Festival Keagamaan Kumbh Mela di India
Kritik semakin menguat mengingat kebijakan pemukiman Israel yang semakin agresif di wilayah Gaza.
Keteguhan Warga Gaza untuk Bertahan
Saqr Maqdad, seorang penduduk dari Gaza Utara, menegaskan bahwa ia tidak akan meninggalkan tempat tinggalnya meskipun wilayahnya mengalami kehancuran.
Ia berpendapat bahwa setiap inci tanah di Gaza menyimpan sejarah dan kenangan yang sangat berarti.
Baca Juga: Thailand Gratiskan Transportasi Umum Imbas Terjadinya Polusi Udara Ekstrem
“Usulan relokasi yang disampaikan oleh Trump hanyalah sebuah mimpi. Setelah semua yang telah kami lalui, apakah dia benar-benar berpikir kami akan meninggalkan rumah kami dengan mudah? Ini adalah tanah kami, dan kami akan tetap berada di sini,” ujarnya kepada Al Jazeera pada hari Selasa, 28 Januari 2025.
Pandangan serupa juga disampaikan oleh Abu Suleiman Zawaraa, seorang petani yang tinggal di Khan Younis, Gaza Selatan.
Meskipun ladangnya hancur akibat serangan Israel, ia tetap kembali menanam zaitun dan jeruk. Baginya, meninggalkan Gaza bukanlah pilihan.
“Kami telah bertahan dari serangan, kehancuran, dan kehilangan. Namun, itu tidak akan membuat kami menyerah. Hidup di antara puing-puing adalah tantangan yang kami hadapi dengan tekad,” ungkapnya.
Artikel Terkait
Warga Tepi Barat Suka Cita Sambut 200 Tahanan Palestina Yang Dibebaskan Dalam Gencatan Senjata
Donald Trump Bertemu Gubernur California Saat Melawat ke Lokasi Kebakaran LA: Kita akan Memperbaikinya
Warga Gaza Utara Mulai ‘Long March’ Kembali Kampung Halaman Yang Hancur Lebur
Perusahaan AI DeepSeek Asal China Guncang AS, Trump Peringatkan Industri Teknologi
Republik Demokratik Kongo Krisis Kemanusiaan, Pemerintah Kewalahan Hadapi Kekejaman Pemberontak M23