Kasus Virus HMPV di China Meningkat, Akankah Terjadi Covid-19 Sekuel Kedua?

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Rabu, 8 Januari 2025 | 15:53 WIB
Antrian para pasien HMPV di salah satu RS di China (Getty Images)
Antrian para pasien HMPV di salah satu RS di China (Getty Images)

Seperti banyak infeksi saluran pernapasan lainnya, HMPV paling aktif selama akhir musim dingin dan musim semi.

Beberapa ahli mengatakan hal ini karena virus bertahan lebih baik dalam suhu dingin dan lebih mudah menular dari satu orang ke orang lain karena orang lebih sering tinggal di dalam ruangan.

Di Cina utara, lonjakan HMPV saat ini bertepatan dengan suhu rendah yang diperkirakan akan berlangsung hingga Maret.

Faktanya, banyak negara di belahan bumi utara, termasuk tetapi tidak terbatas pada China, mengalami peningkatan prevalensi HMPV, kata Jacqueline Stephens, seorang epidemiolog di Universitas Flinders di Australia.

"Meskipun hal ini mengkhawatirkan, peningkatan prevalensi tersebut kemungkinan merupakan peningkatan musiman yang normal terjadi di musim dingin," katanya.

Data dari otoritas kesehatan di AS dan Inggris menunjukkan bahwa negara-negara ini juga telah mengalami lonjakan kasus HMPV sejak Oktober tahun lalu.

Apakah HMPV akan seperti Covid-19?

Kekhawatiran akan pandemi seperti Covid-19 terlalu berlebihan, ungkap para ahli, yang mencatat bahwa pandemi biasanya disebabkan oleh patogen baru, yang tidak terjadi pada HMPV.

Meski demikian para ahli tetap menyarankan tindakan pencegahan umum standar seperti mengenakan masker di tempat ramai dan menghindari keramaian.

Apabila memungkinkan jika seseorang berisiko lebih tinggi terkena penyakit yang lebih parah akibat infeksi virus pernapasan sebaiknya mengurangi aktivitas di luar.

Selain hal preventif lainnya yang bisa dilakukan adalah mempraktikkan kebersihan tangan yang baik, dan mendapatkan vaksin flu.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: BBC

Tags

Rekomendasi

Terkini

X