KLIK SAJA – Pada beberapa minggu terakhir, pemandangan rumah sakit di China yang dipenuhi orang-orang bermasker telah beredar di media sosial, memicu kekhawatiran akan pandemi lainnya.
Sekilas keadaaan tersebut seperti ‘dejavu’ pada bencana Covid-19 pada tahun 2019.
Beijing sejak itu mengakui adanya lonjakan kasus human metapneumovirus (HMPV) yang mirip flu, terutama di kalangan anak-anak, dan menghubungkannya dengan lonjakan musiman.
Namun, HMPV tidak seperti Covid-19, kata para ahli kesehatan masyarakat, yang mencatat bahwa virus tersebut telah ada selama beberapa dekade, dengan hampir setiap anak terinfeksi pada ulang tahun mereka yang kelima.
Baca Juga: Membara! Kebakaran Besar Melanda Los Angeles, Api Meluas Hingga 1200 Hektar
Namun, pada beberapa anak kecil dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, penyakit ini dapat menyebabkan penyakit yang lebih serius.
HMPV merupakan virus yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas ringan - hampir tidak dapat dibedakan dengan flu bagi kebanyakan orang.
Pertama kali diidentifikasi di Belanda pada tahun 2001, virus ini menyebar melalui kontak langsung antarmanusia atau saat seseorang menyentuh permukaan yang terkontaminasi.
Gejala pada kebanyakan orang meliputi batuk, demam, dan hidung tersumbat.
Kabar dari Kementerian Kesehatan RI, virus HMPV juga sudah memasuki tanah air, namun Menkes Budi Gunadi, berujar tak perlu khawatir berlebihan.
Orang-orang yang sangat muda, termasuk anak-anak di bawah usia dua tahun, paling rentan terhadap virus ini, bersama dengan mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, termasuk orang lanjut usia dan mereka yang menderita kanker stadium lanjut, ungkap Hsu Li Yang, seorang dokter penyakit menular di Singapura.
Baca Juga: Tibet Diguncang Gempa 7,1 Skala Richter, Ratusan Tewas dan Ribuan Warga Kedinginan
Bila terinfeksi, "sebagian kecil tetapi signifikan" di antara mereka yang sistem kekebalannya lemah akan mengalami penyakit yang lebih parah di bagian paru-paru yang terpengaruh, disertai mengi, sesak napas, dan gejala krup.
"Banyak yang memerlukan perawatan di rumah sakit, sementara sebagian kecil berisiko meninggal akibat infeksi," ujar Dr. Hsu.