PM Qatar: Gaza Akan Damai Sebelum Trump Dilantik Presiden AS

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Minggu, 8 Desember 2024 | 15:10 WIB
PM Qatar berikan pernyataan terkait perdamaian Gaza (The Guardian)
PM Qatar berikan pernyataan terkait perdamaian Gaza (The Guardian)

KLIK SAJA - Momentum telah kembali ke perundingan damai Gaza dan kesepakatan dimungkinkan bisa terjadi sebelum pelantikan Donald Trump pada bulan Januari 2025, ungkap perdana menteri Qatar.

Berbicara di forum tahunan Doha pada minggu ini, Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani berujar terdapat dua isu utama.

Pertama, apakah ada keinginan kedua belah pihak untuk melakukan pertukaran sandera tawanan.

Atau, memanag ada kesepekatan lain untuk mengakhiri perang.

Baca Juga: Indonesia Resmi Nyatakan Israel Lakukan Tindakan Genosida di Gaza Pada Sidang PBB

Qatar secara resmi mengundurkan diri dari perannya sebagai mediator beberapa bulan lalu karena beberapa negara mengeksploitasi proses tersebut untuk alasan politik.

“Ada banyak dorongan untuk mengamankan kesepakatan sebelum presiden Trump menjabat sehingga kami mencoba untuk mengembalikan keadaan ke jalur yang benar.” ujarnya.

Al Thani menyiratkan bahwa ia telah menerima jaminan dari para penasihat presiden terpilih AS tentang tekad mereka untuk mencapai penyelesaian yang dinegosiasikan.

“Kami telah merasakan setelah pemilihan bahwa momentum itu akan kembali,” ungkapnya.

Membandingkan pendekatan Trump dengan pendekatan Joe Biden, ia pun berkata: “Akan ada beberapa perbedaan, tetapi kami tidak melihat adanya ketidaksepakatan tentang tujuan mengakhiri perang. Itu sangat penting bagi kami untuk dipahami.”

Dia menekankan kesenjangan antara Hamas dan Israel tidak substansial, namun dia berusaha melindungi negosiasi tersebut karena di masa lalu semuanya telah dimasukkan ke ranah publik, sehingga berujung pada kekecewaan.

Baca Juga: Sekali Lagi! Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara Diserang Israel

Dapat dipahami bahwa perselisihan antara Hamas dan Israel sebagian besar berkisar pada apakah Israel siap menerima bahwa gencatan senjata mencerminkan akhir permanen dari konflik, dan bukan jeda sementara di mana ada pertukaran tahanan politik Palestina dan sandera Israel.

Masalah ini telah mengganggu pembicaraan selama berbulan-bulan, tetapi Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mungkin merasa pilihannya lebih terbatas jika Trump bersikeras ingin perang diakhiri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: The Guardian

Tags

Rekomendasi

Terkini

X