Di latar belakang pertemuan puncak yang dihadiri banyak orang itu, adalah kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih.
Para pemimpin Teluk menyadari kedekatannya dengan Israel, tetapi mereka juga memiliki hubungan baik dengannya, dan ingin dia menggunakan pengaruhnya dan kesukaannya pada pembuatan kesepakatan untuk mengakhiri konflik di kawasan ini.
Di Arab Saudi, Trump justru dipandang jauh lebih baik daripada Joe Biden, tetapi rekam jejaknya di Timur Tengah timbulkan kontroversi.
Baca Juga: Qatar Menangguhkan Perannya Sebagai Mediator Hamas dan Israel, Bagaimana Nasib Perang Gaza?
Trump mendukung Israel dan membuat marah dunia Muslim dengan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel serta mencaplok Dataran Tinggi Golan yang diduduki.
Ia juga mengadakan Perjanjian Abraham pada tahun 2020 yang membuat UEA, Bahrain, dan Maroko menjalin hubungan diplomatik penuh dengan Israel dan Sudan setuju untuk melakukannya.
Bahkan salah satu tajuk rencana di surat kabar terkemuka Saudi hari ini berjudul: “Era harapan baru. Kembalinya Trump dan janji stabilitas.”***