Ketika dia berbicara, kata-katanya tampak dipilih dengan hati-hati, menawarkan petunjuk tentang sudut pandangnya.
Pada rapat umum suaminya di Madison Square Garden beberapa minggu sebelum Hari Pemilihan, ia menyampaikan pidato yang singkat namun tajam sejalan dengan pesan hukum dan ketertiban kampanye Trump.
Nyonya Trump menyatakan pendiriannya yang pro-pilihan dalam memoarnya baru-baru ini, membuatnya berselisih dengan aktivis anti-aborsi dalam Partai Republik.
Nyonya Trump sempat menulis buku tentang karier modelling-nya, kekagumannya terhadap suaminya, dan perselisihan politik mereka di masa lalu, tetapi memilih untuk merahasiakan rincian perselisihan tersebut.
Dalam memoarnya, Ibu Trump menulis bahwa dia memiliki “rasa tanggung jawab yang kuat untuk menggunakan platform ini sebagai Ibu Negara demi kebaikan”.
Dan dia mengatakan dalam sebuah wawancara tahun 1999 bahwa jika pacarnya saat itu, Trump, suatu hari mencalonkan diri sebagai presiden, dia akan menggunakan mantan ibu negara Jacqueline Kennedy dan Betty Ford sebagai panutan, sambil menyebut mereka "sangat tradisional".
Nyonya Kennedy merupakan ikon mode yang berdedikasi dalam pelestarian Gedung Putih, sementara Nyonya Ford dikenal sebagai pelopor yang memperjuangkan hak aborsi dan hak-hak perempuan.
Setelah pindah ke Washington, Nyonya Trump mulai mengambil alih tugas-tugas sebagai ibu negara, seperti menyelenggarakan jamuan makan siang dan jamuan makan malam kenegaraan bagi para pemimpin dunia yang berkunjung.
Ia juga berfokus pada estetika Gedung Putih, memerintahkan renovasi besar-besaran, dan mengawasi dekorasi Natal yang ambisius (dan pernah terekam diam-diam mengeluh tentang tugas terakhirnya).
Pakaiannya menjadi pusat perhatian dan kontroversi media, terutama setelah ia terlihat mengenakan jaket bertuliskan kalimat “Saya sungguh tidak peduli, Anda juga?” saat melakukan perjalanan ke pusat penahanan anak migran pada tahun 2018.
Dia mengatakan jaket itu merupakan pesan untuk “masyarakat dan media sayap kiri” yang mengkritiknya.
Nyonya Trump kembali dikecam setelah direkam secara diam-diam oleh mantan teman sekaligus penasihat seniornya.
Ia terdengar mengungkapkan rasa frustrasinya karena dikritik atas kebijakan suaminya yang memisahkan anak-anak migran dari keluarga mereka.
Ia kemudian mengungkapkan bahwa ia telah dikejutkan oleh kebijakan tersebut, dan telah memberi tahu Trump secara pribadi bahwa ia tidak mendukungnya. Kebijakan tersebut dibatalkan oleh presiden pada bulan Juni 2018 setelah badai kontroversi.
Ia juga mengadvokasi anak-anak yang terkena dampak krisis opioid, dan sejak itu memulai sebuah yayasan yang mengumpulkan dana pendidikan untuk anak-anak dalam pengasuhan sementara.