PM Israel Benjamin Netanyahu Pecat Menteri Pertahanan Yoav Gallant, Sinyal Baik Untuk Hamas dan Hizbullah?

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Rabu, 6 November 2024 | 09:55 WIB
Benjamin Netanyahu dan Yoav Gallant (CBS News)
Benjamin Netanyahu dan Yoav Gallant (CBS News)

Gallant telah mengenakan kemeja berkancing hitam sederhana sepanjang perang sebagai tanda kesedihan atas serangan 7 Oktober dan mengembangkan hubungan yang kuat dengan mitranya dari AS, Menteri Pertahanan Lloyd Austin.

Upaya Netanyahu sebelumnya untuk memecat Gallant pada awal tahun memicu protes jalanan yang meluas terhadap Netanyahu.

Ia juga sempat mempertimbangkan untuk memecat Gallant pada musim panas tetapi menundanya hingga pengumuman pada kemarin selasa.

Gallant akan digantikan oleh Menteri Luar Negeri Israel Katz , seorang loyalis Netanyahu dan menteri kabinet veteran yang merupakan perwira junior di militer.

Baca Juga: PBB: Gaza Utara Memasuki Momen Paling Gelap, Penduduk Jadi Sasaran Tembak Militer Israel

Gideon Saar, mantan pesaing Netanyahu yang baru-baru ini bergabung kembali dengan pemerintah, akan menduduki jabatan urusan luar negeri.

Netanyahu memiliki sejarah panjang dalam menetralkan para pesaingnya.

Bahkan dalam pernyataannya, ia mengklaim telah melakukan "banyak upaya" untuk menjembatani kesenjangan dengan Gallant.

“Namun, hal itu terus meluas. Hal itu juga diketahui publik dengan cara yang tidak dapat diterima, dan lebih buruk lagi, hal itu diketahui musuh — musuh kita menikmatinya dan memperoleh banyak keuntungan darinya,” ungkapnya.

Bagi Hamas, Hizbullah dan milisi yang bertentangan dengan Zionis Israel, perihal pergantian menteri pertahanan Israel, justru merupakan sinyal baik untuk meneruskan perlawanan.

Dikarenakan hal tersebut mengindikasikan pada kalangan elite Israel sedang terjadi perpecahan hebat, dan Netanyahu sedang dalam trend negatif.

Dikabarkan baik Hamas dan Hizbullah hingga kini belum mengendurkan perlawanannya, walaupun Israel terus melancarkan agresi massifnya.

Perpecahan pada elite Israel, tentunya bisa menjadi momentum bagi pihak yang melawan negara Zionis tersebut, untuk bisa memukul mundur***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: CBS News

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X