KLIK SAJA - Sebuah surat yang dikirim ke komite aksi politik Elon Musk dari Departemen Kehakiman AS (DOJ) memperingatkan bahwa pemberian undiannya sebesar $1 juta per hari kepada pemilih terdaftar, besar kemungkinan terindikasi ilegal.
Seperti yang kita ketahui Elon Musk, yang merupakan orang terkaya di dunia, aktif berkampanye untuk Donald Trump dari Partai Republik dalam upayanya mencalonkan diri sebagai presiden melawan Kamala Harris.
Setiap akhir pekan, pemilik Tesla dan X/Twitter ini memberikan hadiah kepada pemilih Amerika yang menandatangani petisi.
Dilansir dari CBS News, melaporkan pada hari Rabu bahwa surat tersebut memberi tahu Elon Musk bahwa hadiah tersebut mungkin melanggar undang-undang pemilu federal.
Surat itu dikirim oleh Bagian Integritas Publik DOJ setelah kemarahan dari Partai Demokrat atas aksi pemberian uang tunai tersebut.
Berdasarkan hukum AS, membayar orang untuk mendaftar sebagai pemilih adalah tindakan ilegal. Namun, masih belum jelas apakah undian tersebut melanggar hukum apa pun.
"Kami ingin mencoba untuk mendapatkan lebih dari satu juta, mungkin 2 juta pemilih di negara bagian medan perang untuk menandatangani petisi yang mendukung Amandemen Pertama dan Kedua," ujar Elon Musk di Pennsylvania pada hari Sabtu ketika ia mengumumkan undian tersebut.
Aturan undian menyatakan bahwa pemenang harus terdaftar untuk memilih, tetapi tidak diperlukan afiliasi partai.
Baca Juga: Waduh! iPhone 16 Belum Bisa Diperjualbelikan di Indonesia, Kok Bisa?
“Kami akan memberikan hadiah $1 juta secara acak kepada orang-orang yang telah menandatangani petisi, setiap hari, mulai sekarang hingga pemilihan,” ungkapnya.
Dilansir Situs web America PAC menyatakan bahwa tujuannya adalah untuk mendapatkan “1 juta pemilih terdaftar di negara bagian yang belum jelas pilihannya untuk menandatangani dukungan terhadap Konstitusi, terutama kebebasan berbicara dan hak untuk memiliki senjata.
Undian ini ditujukan bagi pemilih di tujuh negara bagian yang masih belum jelas arah politiknya seperti Pennsylvania, Georgia, Nevada, Arizona, Michigan, Wisconsin, dan North Carolina.
Sementara Hari pemilihan presiden AS adalah 5 November.