Mengagumi Keindahan Danau Tolire Ternate yang Berpadu Birunya Laut dan Kemegahan Gunung Gamalama

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Senin, 11 Mei 2026 | 10:00 WIB
Danau Tolire di bawah kaki gunung Gamalama dan berpadu birunya laut (theworldtravelguy)
Danau Tolire di bawah kaki gunung Gamalama dan berpadu birunya laut (theworldtravelguy)

Selain keindahan alamnya, Danau Tolire juga lekat dengan kisah mistis yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Ternate.

Legenda setempat menceritakan bahwa dahulu terdapat sebuah kampung bernama Solea Takomi di lokasi danau ini. Sebuah pelanggaran moral yang dilakukan seorang ayah terhadap anaknya diyakini memicu murka alam dan kekuatan gaib.

Baca Juga: Benteng Kastela: Jejak Keberanian Rakyat Ternate Melawan Penjajahan

Tanah tempat kampung itu berdiri tiba-tiba amblas dan berubah menjadi danau besar. Warga yang tenggelam di dalamnya dipercaya menjelma menjadi buaya putih yang hingga kini menjadi penjaga Danau Tolire.

Kisah tersebut membuat Danau Tolire sering dikaitkan dengan hal-hal mistis. Salah satu cerita yang paling populer adalah fenomena “batu tak sampai ke tengah danau”.

Banyak pengunjung mencoba melempar batu ke arah tengah, tetapi batu itu seolah tak pernah mencapai pusat danau.

Terlepas dari benar atau tidaknya cerita tersebut, legenda Danau Tolire tetap menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Ternate.

Wisata Alam yang Mudah Dijangkau

Salah satu daya tarik Danau Tolire adalah aksesnya yang cukup mudah. Dari pusat Kota Ternate, perjalanan menuju kawasan ini hanya memakan waktu sekitar 20 hingga 40 menit melalui jalur darat.

Wisatawan biasanya melintasi Jalan Soekarno-Hatta menuju kawasan Takome di Ternate Barat.

Sepanjang perjalanan, pemandangan laut biru dan lereng Gunung Gamalama menjadi suguhan yang menemani perjalanan.

Sesampainya di lokasi, pengunjung dapat menikmati panorama danau dari tepi tebing yang telah dilengkapi gazebo dan tempat duduk sederhana.

Di sekitar area wisata, terdapat beberapa warung lokal yang menyajikan kuliner khas Maluku seperti papeda dan gohu ikan.

Selain berfoto dengan latar danau, aktivitas lain yang cukup populer adalah trekking ringan di kawasan hutan tropis sekitarnya. Jalur pendek dengan durasi sekitar 30 hingga 60 menit menawarkan pengalaman berjalan di alam yang masih asri dan sejuk.

Bagi pencinta petualangan, Danau Tolire juga kerap menjadi titik persinggahan sebelum mendaki Gunung Gamalama.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X