Mengenal Kesenian Talempong, Alunan Pentatonik Khas Minangkabau

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Sabtu, 21 Desember 2024 | 12:05 WIB
Generasi muda Sumatera Barat melestarikan kesenian Talempong (Wikipedia)
Generasi muda Sumatera Barat melestarikan kesenian Talempong (Wikipedia)

KLIK SAJA - Alunan pentatonik logam bertalu-talu dengan indahnya, seolah membawa kita pada pesona pemandangan Ngarai Sianok di Minangkabau, itulah musik Talempong khas Sumatera Barat.

Pada artikel kali ini kita akan mengupas habis tentang musik Talempong yang ternyata memiliki kekayaan sejarah yang luar biasa.

Menurut profesor emeritus bidang etnomusikologi dari Monash University, Australia, Margaret Joy Kartomi, memperkirakan musik talempong  sudah masuk ke Minangkabau pada abad ke-13, bersamaan mulai berkembangnya Islam di Ranah Minang.

Baca Juga: Mengenal Ponot, Air Terjun Tertinggi di Indonesia, Wisata Andalan Sumatera Utara

Pada laporan penelitiannya berjudul Musical Strata in Sumatera, Java, and Bali yang ia lakukan pada 1998, kesenian talempong bersama gong diperkirakan dibawa masuk ke Nusantara oleh para perajin perunggu asal Tonkin, di utara Vietnam.

Suara dari alat musik pukul yang disebut Kartomi ternyata telah memikat hati pemimpin Kerajaan Pagaruyung, Raja Adityawarman, dan hanya dimainkan untuk menyambut tamu kerajaaan.

Pada perjalanannya, seni talempong kemudian menjadi simbol, prestise, dan kebesaran dari raja-raja Kerajaan Pagaruyung hingga menyebar ke seluruh tanah Minang.

Alat musik talempong terbuat dari campuran tembaga, timah putih dan besi putih berbentuk silinder.

Proses pembuatan Talempong di tempat pengrajin
Proses pembuatan Talempong di tempat pengrajin (kompas)

Diameternya 17--18 sentimeter dan tinggi 8,5--9 cm dengan ukuran bagian atas dan bawahnya tidak sama.

Ada semacam benjolan atau pencu pada bagian atas alat musik ini dan bagian bawahnya berlubang atau berongga, ketebalan logam talempong berkisar 3--4 milimeter.

Sepintas, talempong bak menyerupai aguang (gong besar) atau bonang yaitu gong kecil pada pertunjukan gamelan di Jawa.

Bahkan cara memainkannya pun sama, yakni dipukul memakai tongkat kayu kecil (stick).

Kualitas suara yang dihasilkan oleh talempong akan bergantung kepada unsur logam pembentuknya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Indonesia.go.id

Tags

Rekomendasi

Terkini

X