Ia berujar batu-batu misterius itu memiliki kemiripan dengan yang dia temukan pada pusat batu besar purba di Taman Arkeologi San Augustin, Kolombia.
Bahkan ia mengklaim peninggalan purbakala di Sulteng sebagai yang tertua di dunia bersama Pulau Paskah, Chile.
Batu-batu besar itu menyebar di Desa Watunonju, Bangga, Tulo, dan Pevunu seluruhnya di Kabupaten Sigi.
Bentuknya beraneka rupa seperti lumpang dari batu putih yang mengandung partikel kristal putih dan tembikar berhias.
Kemudian menhir, kubur batu, dan lumpang berjumlah 312 benda di Lembah Napu dan 824 megalit di Lembah Behoa dan 330 lainnya di Lembah Bada.
Sedangkan di Situs Pokekea ada 103 benda megalit berupa gerabah batu, kalamba dan tutupnya, arca batu, altar, dulang, dan makam batu.***