Kebijakan pemukiman ilegal, penggusuran, dan blokade wilayah menjadi bukti nyata bahwa pengusiran bangsa Palestina bukan sekadar konflik politik, tetapi juga dilandasi oleh diskriminasi etnis dan agama.
- Agenda Politik Amerika Serikat
Dukungan penuh dari Amerika Serikat menjadi faktor penting dalam keberanian Israel untuk terus menjalankan kebijakan ekspansifnya.
AS memiliki kepentingan geopolitik di Timur Tengah, dan kehadiran Israel sebagai sekutu strategis dianggap menguntungkan.
Konflik yang terus bergejolak di kawasan membuat harga minyak dunia tetap tinggi, menguntungkan para pengusaha minyak Barat, khususnya yang memiliki investasi besar di kilang-kilang minyak negara Arab.
Konflik Israel-Palestina bukan hanya persoalan perebutan wilayah, tetapi juga pertarungan ideologi, politik, dan ekonomi global.
Selama kepentingan-kepentingan besar masih bermain, harapan bagi rakyat Palestina untuk merdeka sepenuhnya akan terus terhalang.***