opini

4 Hal Kenapa Israel Ngotot Usir Bangsa Palestina dari Tanah Airnya

Senin, 14 Juli 2025 | 14:20 WIB
Israel - Palestine conflict (X)

 

KLIK SAJA - Ketegangan antara Israel dan Palestina seolah menjadi konflik abadi yang tak kunjung menemukan titik damai dan tiada usainya.

Hampir setiap hari dunia disuguhkan berita mengenai serangan Israel ke wilayah Gaza maupun Tepi Barat.

Meski dalihnya adalah menyerang markas kelompok perlawanan seperti Hamas, namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa mayoritas korban justru adalah warga sipil tak berdosa, termasuk perempuan dan anak-anak.

Komunitas internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), telah berkali-kali mengecam tindakan Israel yang dinilai mengarah pada genosida dan pembersihan etnis terhadap bangsa Palestina.

Namun IDF Israel tetap bersikukuh pada kebijakan agresifnya.

Lalu pertanyaannya? Mengapa Israel begitu ngotot mengusir bangsa Palestina dari tanah airnya? Berikut empat alasan utama di balik agresivitas tersebut:

  1. Agenda Utama Zionisme

Sejak berdirinya negara Israel pada tahun 1948, agenda utama gerakan Zionis adalah mendirikan negara Yahudi di tanah yang mereka klaim sebagai milik leluhur.

Dengan mengandalkan dukungan politik Inggris melalui Deklarasi Balfour tahun 1917, ribuan warga Palestina terusir dari tanahnya secara paksa.

Peristiwa pengusiran massal ini dikenal sebagai Nakba (malapetaka), dan menjadi awal dari penderitaan bangsa Palestina yang terus berlangsung hingga hari ini.

  1. Klaim Tanah Perjanjian Tuhan

Dalam kitab suci Yahudi, terdapat klaim bahwa Tuhan menjanjikan tanah dari Sungai Nil hingga Sungai Eufrat untuk bangsa Israel.

Klaim ini dijadikan dasar oleh kaum Zionis ekstrem untuk menguasai wilayah Palestina.

Padahal, secara historis, wilayah tersebut telah berada di bawah kekuasaan beragam peradaban, seperti Persia, Romawi, hingga Kekhalifahan Islam, dan telah lama dikenal dengan nama Palestina.

  1. Kebencian Rasialis

Zionisme ekstrem kerap diselimuti oleh sikap rasis terhadap bangsa Palestina, baik yang beragama Islam maupun Kristen.

Ideologi kebencian ini tertanam kuat dalam sebagian kelompok politik dan militer Israel.

Halaman:

Tags

Terkini