AS seharusnya mengambil pelajaran dari kegagalan invasi di Irak, di mana penggulingan Saddam Hussein justru menciptakan kekacauan berkepanjangan.
Di Iran, dukungan rakyat terhadap sistem Republik Islam, meskipun tidak tanpa kritik, tetap menjadi benteng moral yang tangguh terhadap agresi luar.
- Dukungan Rusia: Faktor Geopolitik yang Tak Bisa Diabaikan
Dalam skenario invasi besar-besaran, keterlibatan kekuatan global seperti Rusia menjadi faktor penentu.
Iran memiliki hubungan strategis dengan Rusia, khususnya dalam bidang militer dan energi.
Jika serangan terhadap Iran dianggap sebagai ancaman langsung terhadap kepentingan Rusia di kawasan, bukan tidak mungkin Moskow akan memberikan dukungan langsung, baik secara militer maupun diplomatik.
Ini tentu akan memperluas konflik menjadi lebih global, dan membuat Israel maupun AS berpikir ulang sebelum mengambil langkah militer terbuka terhadap Teheran.
Iran bukan sekadar negara biasa di Timur Tengah; ia adalah kekuatan geopolitik dan militer yang memiliki pertahanan alam, kekuatan internal yang kuat, dan jaringan aliansi strategis.
Menaklukkan Iran bukan hanya persoalan militer, tetapi juga berarti menghadapi medan berat, masyarakat yang bersatu dalam ideologi, dan risiko melibatkan kekuatan besar dunia seperti Rusia.
Inilah mengapa, hingga kini, Iran tetap menjadi batu karang yang sulit diterjang, bahkan oleh kekuatan besar seperti Amerika Serikat dan Israel.***