opini

4 Hal Penting Sebelum Pelajari Geopolitik di Timur Tengah

Senin, 7 Juli 2025 | 11:21 WIB
Map of Middle East (i stock)

KLIK SAJA - Sejak berakhirnya Perang Dunia II, kawasan Timur Tengah tak henti-hentinya menjadi pusat konflik internasional hingga saat ini.

Kawasan ini menyimpan potensi sumber daya alam yang luar biasa, khususnya minyak dan gas bumi, yang menjadikannya incaran kepentingan global.

Namun di balik konflik yang tampak di permukaan, terdapat sejumlah faktor mendasar yang perlu dipahami terlebih dahulu sebelum kita benar-benar bisa mengerti kompleksitas geopolitik di wilayah ini.

Berikut adalah empat hal penting yang wajib dipahami sebelum mempelajari geopolitik Timur Tengah lebih lanjut.

  1. Perkara Minyak: Sumber Konflik Utama

Tak bisa dimungkiri, minyak merupakan komoditas vital yang menggerakkan roda ekonomi global.

Sejak ditemukannya cadangan minyak raksasa di Timur Tengah, negara-negara Barat seperti Amerika Serikat dan Eropa berlomba-lomba menanamkan investasinya di kawasan ini.

Pasca Perang Dunia II, sejumlah perusahaan energi raksasa Barat bahkan memiliki pengaruh besar dalam kebijakan negara-negara penghasil minyak.

Inilah mengapa banyak pangkalan militer Amerika Serikat tersebar di kawasan Teluk Persia.

Dominasi atas minyak berarti kontrol atas ekonomi dunia, dan hal inilah yang kerap memantik intervensi asing hingga memicu konflik terbuka maupun perang dingin regional.

  1. Israel: Proxy Sejati Barat

Kehadiran negara Israel di jantung Timur Tengah bukan semata-mata hasil sejarah konflik Arab-Israel.

Lebih dari itu, Israel berperan sebagai kepanjangan tangan kepentingan Barat, khususnya Amerika Serikat di Timur Tengah.

Dukungan militer, politik, dan ekonomi dari Washington ke Tel Aviv bersifat total. Hubungan erat ini diperkuat oleh lobi pro-Israel seperti AIPAC yang sangat berpengaruh di dalam politik AS.

Keberadaan Israel di kawasan seringkali dinilai menciptakan ketegangan permanen yang berfungsi menjaga ketidakstabilan kawasan—secara tidak langsung menjaga tingginya harga energi global seperti yang diharapkan oleh pebisnis AS.

  1. Isu Sektarian: Pecah Belah Umat Islam

Salah satu taktik lama namun masih efektif yang digunakan dalam geopolitik adalah "divide et impera" atau pecah belah.

Halaman:

Tags

Terkini