KLIK SAJA - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah namanya disebut dalam Surat Perintah (SPrin) nomor 647/II/2025 yang dikeluarkan oleh Markas Besar Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (Mabes TNI AD).
Surat tersebut mengumumkan kenaikan pangkat Teddy dari Mayor menjadi Letnan Kolonel. Kenaikan pangkat ini didasarkan pada Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/238/II/2025 tanggal 25 Februari 2025 tentang Penetapan Kenaikan Pangkat Reguler Percepatan.
Kadispenad Brigjen TNI Wahyu Yudhayana menegaskan bahwa keputusan tersebut telah ditandatangani sesuai dengan aturan yang berlaku.
Baca Juga: Pro Kontra Keaktifan dan Kenaikan Pangkat TNI dari Seskab Teddy, Bagaimana Sebenarnya?
Namun, kenaikan pangkat Teddy ini ternyata menuai berbagai reaksi, termasuk kritik dari banyak pihak yang menilai prosesnya terasa janggal.
Pasalnya, kenaikan pangkat tersebut dianggap terlalu cepat dan singkat, bahkan melampaui rekan-rekan seangkatannya yang lebih senior.
Hal ini memunculkan spekulasi bahwa ada agenda politik di balik kenaikan pangkat ini.
Banyak pengamat menilai bahwa kenaikan pangkat Teddy Indra Wijaya tidak lepas dari pengaruh Presiden Prabowo Subianto.
Beberapa pihak bahkan menyebut bahwa ini adalah bagian dari upaya Prabowo untuk mempersiapkan kaderisasi kepemimpinan pada diri Presiden Prabowo, dengan Teddy sebagai salah satu calon potensial. Ada beberapa alasan yang mendasari penilaian ini:
Kedekatan dengan Prabowo
Teddy Indra Wijaya dikenal dekat dengan Prabowo Subianto, bahkan jauh sebelum menjabat menjadi Presiden.
Sebagai Sekretaris Kabinet, Teddy memiliki akses langsung ke Presiden dan sering terlibat dalam berbagai kebijakan strategis pemerintah.
Kedekatan ini dianggap sebagai faktor utama yang memengaruhi kenaikan pangkatnya.
Kenaikan Pangkat yang Cepat
Kenaikan pangkat Teddy dinilai terlalu cepat serta singkat jika dibandingkan dengan rekan-rekannya di TNI.
Hal ini mengingatkan pada masa ketika Prabowo masih aktif di militer, di mana ia juga mengalami kenaikan pangkat yang relatif cepat pada era Orde Baru.