KLIK SAJA - Rangkaian pelantikan serta pengambilan sumpah Presiden dan Wakil Presiden periode 2024-2029 pada Minggu, 20 Oktober 2024 sudah dilangsungkan dan berjalan dengan lancar.
Foto Bingkai Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sudah resmi menghiasi setiap kelas di sekolah seluruh Indonesia.
Gegap gempita gemoy sudah berakhir, sudah tak laku, berganti gegap menguji kepemimpinan keduanya yang penuh tantangan.
Lika-liku pasangan Presiden dan Wapres ini bisa dikatakan tak terlalu mulus untuk menuju tampuk kepemimpinan bangsa.
Terasa masih terngiang dalam benak kita, pada pemilu 2019, para pendukung Prabowo Subianto, menggunakan jargon “ganti presiden” dalam kampanyenya melawan incumbent Joko Widodo.
Jargon “ganti presiden” seolah menggambarkan betapa terjalnya jalan Prabowo Subianto dalam berjuang menuju RI 1.
Tak tanggung-tanggung beliau sudah 5 kali mengikuti kontestasi pemilu untuk menuju tampuk kekuasaan bangsa, dan baru yang kelima kalinya akhirnya di usia senjanya, ia berhasil mendapatkannya.
Setali tiga uang, wakil presidennya, Mas Gibran, bisa dikatakan tak mudah pula untuk mendapatkan posisi orang kedua di negara ini.
Isu masalah ketentuan syarat mengikuti pemilu, isu Mahkamah Agung, isu dinasti politik, isu kekurangan cakapan yang dihembuskan lawan politiknya, hingga yang terakhir isu akun Fufufafa yang hingga kini masih viral di sosial media, dimana kesemuanya tak menggentarkan jalannya menuju RI 2.
Terlepas dari hal itu, kita sebagai masyarakat awam hanyalah bisa mendoakan semoga pemerintahan Prabowo Subianto dapat berjalan lancar serta bisa memenuhi janji-janji kampanyenya.
Pemerintahan baru sudah diresmikan, tak ada waktu lagi untuk mengkritisi permasalahan politik, waktunya kita membangun lagi bangsa ini lebih baik untuk 5 tahun kedepan.
Lalu bagaimanakah caranya “menavigasi” pemerintahan baru ini, agar berjalan benar-benar menuju Indonesia Emas 2045 yang kita impikan?